SuaraJawaTengah.id - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kevencanaan Geologi (BPPTKG) telah menaikkan status Merapi dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III).
Sebanyak 30 dusun di DIY dan Jawa Tengah masuk dalam kategori rawan terdampak erupsi Gunung Merapi. Sebanyak 18 dusun di antaranya berada di Soloraya yakni di Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali.
Dilansir dari Solopos.com media jaringan Suara.com, di Boyolali ada sembilan dusun yang masuk dalam daerah rawan terdampak erupsi Gunung Merapi. Sembalan desa itu yakni Stabelan, Tekaran, Belang, di Desa Tlogolele (Kecamatan Selo); Sumber, Bakalan, Bangunsari, Klakah Duwur, di Desa Klakah (Kecamatan Selo); Jarak dan Sepi di Desa Jrakah (Kecamatan Selo).
Kemudian di Klaten ad Dusun Pajekan, Canguk, Sumur, di Desa Tegal Mulyo (Kecamatan Kemalang); Petung, Kembangan, Deles, di Desa Sidorejo (Kecamatan Kemalang); dan Sambungrejo, Ngipiksari, Gondang, di Desa Balerante (Kecamatan Kemalang).
Di Sleman meliputi Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo; Dusun Kaliadem, Desa Kepuharjo; dan Dusun Pelemsari, Desa Umbulharjo. Semuanya di Kecamatan Cangkringan.
Serta di Magelang mencakup Dusun Batu Ngisor, Gemer, Ngandong, dan Karanganyar di Desa Ngargomulyo; Dusun Trayen, Pugeran, Trono, di Desa Krinjing; serta Dusun Babadan 1 dan Babadan 2 di Desa Paten. Sembilan dusun itu berada di Kecamatan Dukun.
Status Gunung Merapi sendiri naik menjadi Siaga karena sejak Oktober 2020, kegempaan meningkat semakin intensif. Bahkan, Rabu (4/11/2020) kemarin, rata-rata gempa vulkanik dangkal mencapai 29 kali per hari, dengan gempa multiphase (MP) 272 kali per hari, guguran 57 kali per hari, dan embusan 64 kali per hari.
“Kondisi tersebut sudah melampaui kondisi menjelang munculnya kubah lava pada 26 April 2006, tetapi masih lebih rendah dibandingkan kondisi sebelum erupsi 2010” kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, melalui keterangan tertulis, Kamis (5/11/2020).
Status Gunung Merapi dinaikkan pada Kamis pukul 12.00 WIB. BPPTKG lantas meminta penambangan di kawasan rawan benvana (KRB) III dihentikan. Pelaku wisata juga diminta tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III.
Baca Juga: Merapi Siaga, Ganjar: Tidak Usah Panik, Tapi Tetap Waspada
Berita Terkait
-
Merapi Statusnya Naik, Warga di Kalitengah Masih Aktivitas Seperti Biasa
-
Merapi Siaga, Sri Sultan HB X Minta Warga Sleman Jangan Panik
-
Status Meningkat, Pemkab Sleman Tetapkan Darurat Bencana Merapi
-
Status Gunung Merapi Naik, BPPTKG Belum Keluarkan Rekomendasi Mengungsi
-
Status Merapi Meningkat, Ini Langkah BPBD Boyolali
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Tutorial Cara Menggunakan Aplikasi Cek Bansos Resmi Pemerintah
-
Kenapa Snaptik Populer sebagai TikTok Downloader? Ini Alasannya
-
Fakta-Fakta Miris Erfan Soltani: Demonstran Iran yang Divonis Hukuman Mati
-
Suzuki Fronx vs Honda WR-V: Ini 9 Perbandingan Lengkap yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli
-
BRI Peduli Bangun Saluran Air di Desa Depok, Wujudkan Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan