- Banjir lahar hujan di Sungai Senowo, Magelang menyebabkan 12 truk terkubur; operasi SAR melibatkan K9 mencari korban hilang.
- Operasi SAR hari kedua menemukan dua dari empat korban hilang, sementara banjir juga meluas dampak ke Sungai Pabelan.
- Hujan lebat mendadak di lereng Merapi menyebabkan kenaikan arus cepat, mengakibatkan luapan menutup jembatan dan korban ditemukan.
SuaraJawaTengah.id - Sebanyak 12 truk penambangan pasir terkubur material banjir lahar hujan di Sungai Senowo, Magelang. Unit anjing pelacak (K9) diterjunkan untuk mencari korban yang masih hilang.
Koordinator Unit Siaga SAR Borobudur, Arif Yulianto mengatakan, operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan oleh 3 tim berbeda. Tim 1 mengikuti pergerakan anjing pelacak K9 Polresta Magelang mencari kemungkinan adanya korban.
Sedangkan tim 2 melakukan penyisiran jalur sungai dari tempat kejadian terseretnya kendaraan hingga dam pertama.
“SRU 3 (melakukan pencarian) mulai dam pertama untuk selanjutnya hingga wilayah Bendo,” kata Arif Yulianto, di lokasi Sungai Menowo, Rabu (4/3/2026).
Dalam operasi pencarian dan pertolongan menunjukkan adanya kerugian material akibat banjir lahar hujan.
“Sementara yang ter-record ada tiga kendaraan truk yang terseret arus sungai. Kemudian ada 12 truk yang terjebak dan dua alat berat yang masih terpendam,” ujar Arif.
Operasi SAR pada hari kedua difokuskan mencari korban yang dilaporkan hilang. Dari 4 korban yang dilaporkan hilang, 2 orang telah ditemukan.
“Alhamdulillah kita sudah menemukan dua korban dari informasi ada empat korban yang dalam pencarian. Untuk sementara ini kita sudah menemukan dua korban.”
Korban yang ditemukan hari ini, Fuad Hasan, sopir truk pasir warga Dusun Gedangan, Ngargosoko dan Heru, buruh pengangkut pasir warga Dusun Krajan, Krinjing.
Baca Juga: Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Operasi SAR melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta potensi SAR dari berbagai komunitas relawan. Tim SAR masih memfokuskan upaya pencarian korban, sebelum melakukan penanganan lanjutan terhadap kendaraan dan alat berat yang terdampak.
Banjir lahar hujan sungai yang berhulu di lereng Merapi juga meluas hingga Sungai Pabelan yang melintasi Kecamatan Dukun, Sawangan, Mungkid, dan Muntilan.
Pagi tadi warga Desa Krogowanan, Sawangan melaporkan penemuan jasad perempuan di antara sisa material banjir di Sungai Pabelan. Jasad yang diduga korban hanyut banjir lahar hujan, teridentifikasi Yatin warga Kadirojo, Tlogolele, Kabupaten Boyolali.
Pada pantauan sore kemarin, sebelum terjadi banjir lahar hujan mendung pekat terlihat di kawasan lereng Merapi. Cuaca yang semula mendung tipis, berubah menjadi hujan lebat hanya dalam hitungan waktu kurang dari 1 jam.
Hujan sangat lebat menyebabkan arus dan permukaan sungai naik dengan cepat. Arus banjir meluap hingga menutup jalur jembatan Surodadi dan Tawang di Desa Gondowangi.
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Banjir Lahar Hujan di Hulu Sungai Senowo Magelang 3 Orang Meninggal dan 2 Hilang
-
Drama KDRT dan Isu Selingkuh: Kepala Puskesmas Polisikan Suami, Kini Diperiksa Pemkab Blora
-
Bukan Sekadar Tembok: Mengapa Pembangunan Giant Sea Wall 274 KM Ini Jadi Penyelamat Ekonomi Pantura?
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Jateng Diobok-obok KPK Lagi! Gubernur Luthfi Beri Peringatan Keras ke Para Bupati