SuaraJawaTengah.id - Kurang lebih 10 persen petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) di pilkada Kota Pekalongan dinyatakan reaktif setelah menjalani rapid test. Mereka kemudian menjalani tes swab dan ada beberapa yang positif Covid-19.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekalongan, Rahmi Rosyada Thoha mengatakan, jumlah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang reaktif usai rapid test cukup banyak. Namun dia tak merinci jumlah pastinya.
"Yang hasil rapid testnya reaktif cukup banyak, kurang dari 10 persen dari jumlah total petugas TPS yang menjalani rapid test (5.337 orang)," kata Rahmi kepada Suara.com, Senin (7/12/2020).
Menurut Rahmi, KPPS yang hasil rapid testnya reaktif kemudian ada yang sudah menjalani tes swab di RSUD Bendan pada Sabtu (5/12/2020). Hasilnya ada sejumlah KPPS yang diketahui positif Covid-19.
"Hari ini juga ada yang menjalani tes swab. Mudah-mudahan maksimal besok hasilnya sudah keluar," kata dia.
Rahmi mengaku belum dapat mengungkapkan jumlah KPPS yang positif Covid-19 karena masih melakukan pendataan dan pemetaan.
"Kemarin yang positif Covid-19 sekitar 9 sampai10 persenan dari yang hadir tes swab. Jumlahnya tidak terlalu banyak," ujarnya.
Menurut dia, sesuai edaran dari KPU pusat, TPS yang jumlah KPPS-nya kurang dari lima orang karena ada berhalangan harus dilakukan pengantian agar jumlahnya memenuhi syarat minimal lima orang.
"Ada beberapa TPS yang jumlah KPPS kurang dari lima setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan. Ini sedang kami petakan untuk dilakukan mekanisme penggantian karena tersebar di beberapa TPS," jelasnya.
Baca Juga: Jelang Pilkada Serentak 2020, Bawaslu Banten Berpatroli Awasi Politik Uang
Menurut Rahmi, pihaknya berupaya agar seluruh KPPS yang bertugas kondisinya sehat untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Selain itu, penerapan protokol kesehatan juga diterapkan secara ketat di TPS, seperti penggunaan masker, penyediaan tempat cuci tangan, dan pengaturan waktu memilih agar tidak ada kerumunan.
"Ketua KPPS harus memastikan penerapan protokol kesehatan saat pemungutan suara dijalankan, termasuk oleh pemilih. Prinsipnya sudah siap semua," tandasnya.
Kontributor : F Firdaus
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang
-
Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan
-
Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja
-
Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan