SuaraJawaTengah.id - Enam laskar Front Pembela Islam (FPI) ditembak mati oleh aparat kepolisian. Mereka diduga melakukan penyerengan dan mengancam keselamatan petugas yang tengah melakukan penyelidikan terhadap Rizieq Shihab.
Terdapat kejanggalan pada penembakan itu, hingga akhirnya keluarga enam laskar FPI mengadu ke DPR RI. Para keluarga meminta dukungan para anggota dewan untuk mengusut tragedi berdarah tersebut.
Keluarga Muhammad Suci Khadavi, salah satu korban 6 laskar FPI yang tewas ditembak dalam bentrokan dengan aparat di Tol Jakarta-Cikampek KM 50, membagikan cerita haru detik-detik korban sebelum pergi mengawal Habib Rizieq Shihab.
Cerita datang dari Anandra, kakak kandung korban Muhammad Suci Khadavi. Ia mengungkapkan, perilaku tak biasa yang dilakukan adiknya sebelum pamit mengawal Rizieq. Adiknya sebelum pergi meninggalkan rumah tak biasanya mau dipeluk erat ibunya.
Padahal, kata Anandra, adiknya tersebut ketika pamit keluar untuk pergi tak pernah mau memeluk ibunya lantaran merasa malu karena sudah dewasa.
"Di sana tuh tumben memang beda adik saya salaman dengan ibu dipeluk dia minta izin keluarga itu tumben banget biasanya dia enggak mau dipeluk karena udah gede merasa malu," kata Anandra dalam RDPU bersama Komisi III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/12/2020).
Anandra menyatakan, akhirnya keluarga melepas kepergian Khadavi tak ada sedikit prasangka apa pun. Korban sendiri sebelumnya memang berbicara pamit untuk mengawal Rizieq di Megamendung, Puncak, Bogor.
Kemudian, ketika beberapa hari sebelum dikabarkan tewas, keluarga sempat melakukan video call dengan Khadavi. Dalam posisi itu, Khadavi terlihat masih sehat.
Sampai pada hari Senin (7/12), sejumlah rekanan laskar lainnya tiba-tiba menyambangi kediaman Anandra untuk menanyakan keberadaan Khadavi. Ternyata rekanan laskar mengajak juga keluarga untuk tabah dan segera menuju ke Petamburan.
Baca Juga: 6 Laskar FPI Ditembak Mati, Komnas HAM Akan Periksa Polisi dan Jasa Marga
"Yaudah ibu ke Petamburan dulu ya kebetulan di hp ada notifikasi berita saya baca, wah tanpa pikir saya telponin adik saya saya telponin terus terus saya WA kok enggak ada kabar. Itu berita masih simpang siur kami tidak tahu kondisi beliau seperti apa," tuturnya.
Lebih lanjut, Anandra pun dan keluarga harus menerima kenyataan pahit, Khadavi dinyatakan tewas dalam perjalanan mengawal Rizieq.
"Ayah saya cerita sambil berderai air matanya sambil ya Allah benar-benar ini luka tembak di dada 3 di punggungnya itu luka robek seperti diseret," tandasnya.
Dalam rapat dengar pendapat umum ini para keluarga menyampaikan keluh kesahnya terkait 6 laskar yang tewas ditembak mati. Pihak keluarga didampingi kuasa hukum meminta DPR membentuk tim pencari fakta.
Adapun nama-nama 6 laskar yang tewas antara lain; Faiz Ahmad Syukur (22), Andi Oktiawan (33), M. Reza (20), Muhammad Suci Khadavi Poetra (21), Lutfhil Hakim (24), dan Akhmad Sofiyan (26).
Sebelumnya diberitakan, FPI menemukan fakta terbaru terkait kondisi enam jenazah laskar pengawal Habib Rizieq Shihab yang ditembak Polisi, pada Senin (7/12/2020) dini hari kemarin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Sarif Abdillah: Konsumsi Ikan Penting untuk Gizi dan Ekonomi Nelayan di Jawa Tengah
-
BRI Cepu Siapkan Skenario Terburuk Gempa dan Longsor, Latih Karyawan Demi Layanan Tetap Prima
-
Stefan Keeltjes Masuk Nominasi Best Coach Pegadaian Championship 2025/2026
-
Korban Skandal Kiai Cabul Ndholo Kusumo Pati Tak Perlu Takut, Ombudsman dan LPSK Jamin Perlindungan
-
El Nino Mengintai, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemda Perkuat Antisipasi Kekeringan