SuaraJawaTengah.id - KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sempat menjadi pembicaraan hangat beberapa waktu lalu. Kebijakan Gus Dur membubarkan Kementerian Sosial saat ia menjabat sebagai Presiden ramai diperbincangkan usai Menteri Sosial ( Mensos) Juliari P Batubara resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap pengelolaan dana bantuan sosial penanganan Covid-19.
Kala itu Gus Dur membubarkan Kementerian Sosial (saat itu bernama Departemen Sosial) karena ia menilai banyak terjadi korupsi di lembaga itu.
Gus Dur memang punya banyak cerita yang berkesan. Salah satunya ketika ia membubarkan dan mengusir sejumlah petugas Satpol PP DKI Jakarta yang tengah merazia pedagang kaki lima di sekitar Kantor PBNU.
Kenangan ini membekas di memori Warjo, seorang pedagang ketoprak yang telah meninggal beberapa waktu yang lalu.
Warjo bukan siapa-siapa. Hanya seorang tukang ketoprak yang berjualan di samping gedung PBNU. Namun, ia pensiun menjadi tukang ketoprak sejak 2011. Ia tinggal di kampung halamannya, Tegal. Maklum usianya sudah 80 tahun. Ketopraknya kemudian dilanjutkan salah seorang cucunya.
"Ya, dia bukan siapa-siapa. Hanya seorang tukang ketoprak," kenang Abdullah Alawi dilansir Jabar.NU.or.id-jejaring Suara.com.
Namun, dia adalah orang yang mengenal orang-orang PBNU sebab ia mangkal di situ sejak tahun 1980-an, masa-masa terakhir kepemimpinan KH Idham Chalid. Kemudian dilanjutkan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Tahun 2011, awal kepemimpinan Kiai Said Aqil Siroj, PBNU menggelar peringatan harlah NU ke-85 secara besar-besar di Gelora Bung Karno. Dalam hitungan panitia, waktu itu, hampir seratus ribu orang hadir dari berbagai daerah.
Beberapa hari sebelum puncak peringatan, Abdullah Alawi sempat makan ketoprak Pak Warjo. Sembari mengunyah, ia ngobrol dengan orang yang selalu berpeci hitam itu.
Baca Juga: Juliari Diciduk KPK, Video Alasan Gus Dur Pernah Bubarkan Kemensos Disorot
“Tahu enggak besok harlah NU yang ke-85?” tanya Alawi.
Mendengar pertanyaan itu, Warjo terdiam beberapa saat. Bahkan termenung di belakang gerobaknya. Tangannya yang sedang mengelap piring terhenti. Lalu ia membuka mulut, tapi bukan menjawab pertanyaan Alawi, melainkan bercerita tentang perjalanan hidupnya.
Menurutnya, dia ke Jakarta tahun 1960. Berjualan ketoprak di samping Sarinah atau sekitar Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Lalu pindah ke samping Gedung Bulog, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Dia hijrah dari satu tempat ke tempat lain untuk memperbaiki pendapatan.
Lalu dia mangkal di sisi kanan kantor PBNU sejak tahun 80-an. Artinya, dia mengalami kepemimpinan KH Idham Chalid, Gus Dur, KH Hasyim Muzadi, dan KH Said Aqil Siroj. Dia terdiam lagi. Saya menduga dia akan menjawab pertanyaan saya. Dan saya yakin tahu jawabannya.
Dia menengok ke spanduk-spanduk di seberangnya yang melambai-lambai yang menyatakan Harlah Ke-85 NU. Ternyata ia tak menjawabnya. Sejurus kemudian, dia buka mulut lagi. Namun lagi-lagi bukan menjawab, melainkan bercerita lagi. Cerita yang menjauh dari pertanyaan itu. Karena mungkin, baginya, tidak terlalu penting sudah berapa tahun NU berdiri.
“Di kampung saya, di Tegal, penduduknya NU semua,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
Terkini
-
Pemprov Targetkan Angka Kemiskinan Jateng Turun Menjadi 8,70 Persen di Akhir 2026
-
7 Tips Menikmati Perjalanan Kereta Malam Antar Kota
-
Tips Kelola Budget Nonton Pestapora 2026 Pakai Cicilan 0% BRI
-
KPK Terus Dalami Dugaan Titip-Menitip Mahasiswa di Unsoed
-
Terancam Produk Impor, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Hasil Panen