Menurut dia, di tempat relokasi omzet pedagang turun drastis. Beberapa pedagang bahkan terpaksa berhenti berjualan karena sepi pembeli.
Dia mengatakan bahwa para pedagang siap menjalankan protokol kesehatan dan membantu memastikan pembeli mematuhi aturan pencegahan penularan Covid-19.
"Berbeda, ketika belum ada PKL tentunya tidak ada yang ikut mengawasi secara langsung terhadap masyarakat yang hadir di City Walk, apakah mematuhi protokol kesehatan atau tidak. Kami optimis ketika PKL kembali berjualan di kawasan City Walk tetap bisa membantu pemerintah memutus mata rantai penularan Covid-19," katanya.
Menurut dia, para pedagang yang biasa berjualan di kawasan Jalan Sunan Kudus sudah mendapat penyuluhan mengenai protokol kesehatan dan memahami pentingnya penerapan ketentuan itu untuk mencegah masalah kesehatan seperti munculnya klaster penularan virus corona.
Kalau klaster penularan Covid-19 muncul di kawasan Jalan Sunan Kudus, maka bukan hanya kesehatan warga saja yang terdampak. Keberlangsungan usaha para pedagang juga akan terganggu.
Dalam upaya menjaga keindahan kawasan pedestrian tersebut, para pedagang yang akan kembali berjualan juga akan menyeragamkan warna dan jenis tenda.
"Sudah dibangun dengan dana miliaran, tentunya kami juga harus menyesuaikan diri. Apalagi tujuannya juga untuk menjadi daya tarik masyarakat agar mau berkunjung dan diharapkan juga bertransaksi sehingga bisa menghidupkan roda perekonomian PKL setempat," kata Mundloha.
Kudus City Walk yang membentang dari pojok Alun-alun Kudus hingga jembatan Sungai Gelis di Jalan Sunan Kudus dibangun menggunakan dana hingga Rp14,32 miliar.
Proses pembangunan area pedestrian sepanjang 562 meter itu rampung pada tanggal 19 Desember 2020. Kawasan yang kini penuh hiasan lampu warna-warni dan pepohonan tabebuya tersebut selain menarik kedatangan warga kota juga menarik wisatawan dari luar daerah.
Baca Juga: Menara Sutet Roboh di Unggaran Jawa Tengah
Posko Pemantau
Kudus City Walk diperkirakan terus menarik kedatangan warga dan wisatawan. Oleh karena itu, harus ada upaya untuk memastikan pengunjung disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Kudus akan menyiapkan posko untuk memantau penerapan protokol kesehatan. "Posko pemantauan tersebut akan melibatkan personel dari Satpol PP, Dishub, polisi, dan TNI," kata Pelaksana Tugas Bupati Kudus Hartopo.
Ia mengatakan bahwa nantinya akan ada petugas yang mengawasi kepatuhan pengunjung kawasan pedestrian dalam menjalankan protokol kesehatan.
Petugas pemerintah, ia melanjutkan, juga akan menggunakan pengeras suara untuk mengingatkan pengunjung agar mematuhi protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, sampai menjaga jarak.
Hartopo juga sudah menginstruksikan aparat pemerintah untuk mengawasi area pedagang serta memastikan tidak ada warga yang berkerumun dan tidak mematuhi protokol kesehatan saat berada di kawasan pedestrian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Tumbuhkan Kesadaran Ekologis, Taj Yasin Ajak Ratusan Santri Tanam Mangrove di Rembang
-
Stafsus Menag Hubungi Ahmadiyah, Dalami Pembubaran Paksa Kemah di Karanganyar
-
Program Mageri Segoro, Ikhtiar Bersama Menjaga Masa Depan Pesisir Jateng
-
Camping Anak Ahmadiyah di Karanganyar Dibubarkan, SETARA Institute: Polisi Jadi Saksi Bisu
-
6 Fakta Pembubaran Kegiatan Pemuda Ahmadiyah