SuaraJawaTengah.id - Pandemi sudah meluluhlantakan semua warga di Dunia. Selama setahun coronavirus disease 2019 (COVID-19) telah menjangkiti jutaan manusia dimuka bumi ini.
Hanya vaksinasi yang menjadi jalan keluar pandemi saat ini. Mengingat penularanya sangat cepat dan berefek mematikan jika yang terserang memiliki riwayat penyakit bawaan.
Namun, virus corona belum usai, seorang ilmuwan yang menemukan virus Ebola memperingatkan bahwa akan banyak virus yang berpotensi fatal dan mematikan di masa depan.
Profesor Jean-Jacques Muyembe Tamfum memberikan peringatan tentang lebih banyak penyakit zoonosis yang bisa menular dari hewan ke manusia. Hal ini bisa menimbulkan risiko kesehatan dan kehidupan manusia.
Menurut Tamfum dilansir dari Republic World, penyakit demam kuning, berbagai bentuk influenza, rabies, brucellosis, dan penyakit lyme bisa berpindah dari hewan pengerat atau serangga ke manusia dan menyebabkan wabah pandemi atau epidemi.
Sementara itu, Dokter Dadin Bonkole yang sedang merawat pasien di kota terpencil di Republik Demokratik Kongo (DRC), mengeluarkan peringatan serupa tentang patogen baru yang belum diketahui bisa menyebabkan "penyakit X" yang mirip dengan virus corona Covid-19.
Bonkole mengakui ada kekhawatiran bahwa penyakit X ini bisa lebih menular daripada SARS-CoV-2 dan tingkat kematiannya lebih buruk 90 persen dari Ebola. Bahkan hal itu juga sudah menjadi ketakutan ilmiah.
Ia mengatakan bahwa semua manusia perlu mewaspadai penyakit X ini, mengingat virus Ebola sebelumnya dan Covid-19 sekarang mudah sekali menyerang manusia. Saat ini pun Bongkole telah merawat seorang wanita dengan gejala demam berdarah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengumumkan berakhirnya wabah Ebola tahun ini, tepatnya pada Juni 2020. Penyakit itu telah merenggut setidaknya hampir 2.280 orang di Kongo Timur dalam kurun waktu 2 tahun.
Baca Juga: Panduan Merawat Mental dan Fisik Tetap Sehat di 2021
Tapi, WHO berpendapat bahwa wabah virus corona baru-baru ini menyebabkan risiko wabah Ebola baru lainnya di Utara. Hal ini membawa manusia ke dalam tantangan kesehatan yang lebih besar.
Ilmuwan Jean-Jacques Muyembe Tamfum mengoordinasikan respons nasional Ebola dan berhasil mengembangkan pengobatan baru untuk penyakit hemoragik mematikan dan tidak dapat disembuhkan, yang banyak diderita orang di Kongo.
Tamfum mengaitkan vaksin dan perawatan medis untuk pengendalian virus mematikan seperti Ebola. Sementara itu, virus corona yang telah bermutasi menjadi varian baru di Inggris ketika para ilmuwan mengembangkan vaksin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Anak Rentan jadi Target Utama Perekrutan Kelompok Radikal di Ruang Digital
-
Asian Games 2026 Ungkap Potensi Atlet Indonesia, Sistem Pembinaan Jadi Pekerjaan Rumah
-
Semen Gresik Kembali Ukir Prestasi, Borong 2 Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026
-
Ungkap Penyebab Kematian Atlet Porprov, Polisi Tunggu Persetujuan Keluarga untuk Ekshumasi
-
Aliansi Anak Kampung Desak Polri Buka SP3 Denny Indrayana, Pertanyakan Dugaan Kerugian Negara