SuaraJawaTengah.id - Sedikitnya terdapat 3 titik rawan longsor di Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Magelang. Intensitas hujan tinggi menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Magelang rawan longsor.
Sekretaris Desa Wonolelo, Triyanto mengatakan di wilayahnya ada sekitar 3 lokasi tebing rawan longsor. Ketiganya berada di jalan penghubung Magelang-Boyolali.
Selain di lokasi longsor saat ini, di Dusun Wonodadi masih ada satu lokasi rawan longsor lainnya. Kemudian satu lokasi lainnya berada di Dusun Panggungan.
“Sementara titik yang rawan longsor lainnya masih kondusif. Di situ (lokasi Dusun Wonodadi) yang rawan. Paling sama Panggungan yang di dekat gereja,” kata Triyanto saat ditemui di Kantor Desa Wonolelo, Rabu (13/1/2021).
Menurut Triyanto, pihak desa didampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magelang akan memantau seluruh lokasi rawan longsor. “Nanti kami pantau lokasinya. Kalau memang bahaya nanti kami antisipasi.”
Saat ini terdapat rekahan baru tanah sepanjang 10 meter di atas lokasi longsor. Potensi longsor berada di kebun cabai milik Ngateman, warga Dusun Wonodadi.
Jika rekahan tanah itu tidak dilongsorkan, dikhawatirkan sewaktu-waktu dapat menimpa pengendara yang lewat. Dimediasi Pemerintah Desa Wonolelo dan Polres Magelang, Ngateman mengizinkan tanahnya dilongsorkan.
“Iya saya ikhlas. Kami baru panen 10 kali di lahan itu. Mungkin masih bisa panen 30 kali lagi. Tapi untuk keamanan dan keselamatan warga, saya ikhlas tanah itu dilongsorkan,” kata Ngateman.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kecamatan Sawangan, Iryanto mengatakan saat hujan deras terjadi siang hingga malam kemarin, pihaknya sudah mengingatkan warga yang akan melintas di jalan rawan longsor agar waspada.
Baca Juga: Banjir Solok Selatan: 463 Rumah Terendam, 1.554 Jiwa Terdampak
Pengendara yang menuju Magelang-Boyolali atau arah sebaliknya diminta berhenti sejenak hingga hujan reda. Jika memungkinkan mereka diminta kembali, sebab jalan yang akan dilalui rawan longsor.
Pemerintah Desa Wonolelo akan menjaga jalan, jika hujan deras terjadi kembali terjadi seperti kemarin. “Kami tidak menutup jalan. Bukan kewenangan kami,” ujar Sekretaris Desa Wonolelo, Triyanto.
Kapolsek Sawangan, AKP Tugimin menjelaskan ada rute alternatif yang dapat digunakan warga jika akses jalan Magelang-Boyolali di Desa Wonolelo tertutup longsor.
Dari arah Boyolali, warga dapat melewati jalan alternatif Klakah-Tlogolele-Sengi. Sedangkan dari arah Magelang dapat menggunakan jalur Sengi-Tlogolele-depan SMP Negeri 2 Selo.
Sejumlah longsor terjadi di Kecamatan Sawangan sejak tadi malam. Longsor di jalan Dusun Windusajan-Batur, bahkan menewaskan 1 orang remaja dan 1 lainnya menderita luka-luka.
Korban meninggal, Syaiful (15 tahun) dan korban luka Feri Sugiantoro (13 tahun) keduanya warga Dusun Batur. Feri dan Syaiful yang berboncengan motor, tertimpa material longsor saat melintas jalan Dusun Windusajan-Batur sekitar pukul 23.00 WIB.
Tag
Berita Terkait
-
Kisah Pilu Co Pilot Sriwijaya Air Asal Sumbar yang Segera Menikahi Dokter
-
Kisah Warga Sumbar Terhindar dari Tragedi Sriwijaya Air Gegara Ini
-
3 Warga Sumbar Jadi Penumpang Sriwijaya Air SJ182 yang Hilang Kontak
-
3 Orang Warga Sumbar dalam Tragedi Jatuhnya Sriwijaya Air
-
Polda Sumbar Endus Dugaan Pidana Kegiatan MTQ Nasional 2020
Terpopuler
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- Emil Audero Cabut, Cesc Fabregas Blak-blakan Dibuat Kecewa Kiper Como
- Powder Foundation Wardah untuk Kulit Sawo Matang Shade Apa? Ini 5 Pilihannya
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
Pilihan
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
-
Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi hingga Bandung, BMKG Ungkap Dua Klaster
-
Gemuruh Erupsi Gunung Anak Krakatau Terdengar Hingga Pesisir Pandeglang: Bikin Rumah Bergetar
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul
Terkini
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
-
Satu Menyerang, Satu Bertahan: Kisah Pemain Kembar yang Bersinar di MLSC Semarang
-
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Sandang Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta
-
42 Gol dari Tiga Uji Coba, Kendal Tornado FC Makin Pede Jelang Kompetisi
-
Tersangka MDFS Akui Bunuh Mozza Karena Cemburu, Berkenalan Via TikTok