Budi Arista Romadhoni
Kamis, 05 Maret 2026 | 11:28 WIB
Suasana cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Batang kemarin Rabu (4/3/2026) lalu. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Hujan deras dan angin kencang di Kabupaten Batang pada Rabu (4/3/2026) sore menyebabkan tiga orang meninggal dunia.
  • Korban tewas di Kecamatan Subah dan Gringsing akibat tertimpa pohon tumbang dan tiang listrik roboh.
  • Bencana ini melumpuhkan akses jalan dan merusak fasilitas di minimal enam kecamatan, memicu evakuasi tim gabungan.

SuaraJawaTengah.id - Suasana mencekam menyelimuti Kabupaten Batang, Jawa Tengah, setelah hujan deras disertai angin kencang menerjang pada Rabu (4/3/2026) petang. Insiden yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB itu berubah menjadi tragedi memilukan yang merenggut nyawa tiga orang di lokasi berbeda.

Korban tewas akibat tertimpa pohon dan tiang listrik yang roboh tak kuasa menahan amukan badai. Peristiwa ini dikonfirmasi langsung oleh Kapolres Batang, AKBP Veronika, yang menyebut cuaca ekstrem telah menyebabkan dampak fatal.

"Cuaca ekstrem ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia di tiga lokasi yang berbeda," kata Kapolres Batang AKBP Veronika di Batang, Kamis (5/3/2026).

Bencana ini tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga melumpuhkan sebagian aktivitas warga. Akses jalan utama tertutup material pohon tumbang, sejumlah fasilitas umum rusak, dan aliran listrik terputus di beberapa titik.

Kronologi Tewasnya Tiga Warga 

Berdasarkan data yang dihimpun pihak kepolisian, ketiga korban tewas dalam insiden yang terjadi hampir bersamaan di dua kecamatan berbeda.

Di Kecamatan Subah, tragedi terjadi di dua lokasi. Seorang pengendara mobil tewas seketika setelah kendaraannya ringsek tertimpa pohon jati raksasa yang tumbang di Jalan Raya Pantura Jatisari. Masih di kecamatan yang sama, satu warga lainnya meninggal dunia akibat tertimpa tiang listrik yang roboh di Jalan Desa Gondang.

Sementara itu, di Kecamatan Gringsing, seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa pohon yang tumbang saat berada di pinggir Jalan Raya Pantura Surodadi, Desa Surodadi.

"Jenazah korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga," ujar AKBP Veronika.

Baca Juga: Semarang Diguyur Hujan Ringan, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Wilayah Lain

Kerusakan Meluas di Enam Kecamatan 

Amukan angin kencang dan puting beliung dilaporkan menerjang setidaknya enam kecamatan, yaitu Wonotunggal, Subah, Gringsing, Banyuputih, Warungasem, dan Bandar. Bahkan, angin puting beliung dilaporkan menerjang Kecamatan Batang dan Tulis.

Kerusakan parah juga terjadi di Kecamatan Wonotunggal, di mana pohon tumbang melintang menutup total akses jalan Batang-Wonotunggal. Di Kecamatan Warungasem, pohon tumbang menimpa rumah warga hingga menyebabkan kerusakan atap. Hal serupa terjadi di Kecamatan Bandar.

Di pusat kota, sebuah papan reklame besar roboh dan menutup sebagian Jalur Pantura, menyebabkan kemacetan arus lalu lintas.

Tim gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, dan para relawan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban, membersihkan material pohon, dan mengatur lalu lintas.

AKBP Veronika pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan tertinggi saat cuaca ekstrem melanda. "Cuaca saat ini cukup ekstrem. Kami imbau masyarakat selalu berhati-hati, hindari berteduh di bawah pohon besar, dan ikuti informasi resmi dari instansi terkait," katanya.

Load More