- Buya Yahya menjelaskan qunut Ramadhan adalah amalan sunnah dalam salat witir, berbeda dengan qunut nazilah.
- Mazhab Syafi'i menganjurkan membaca qunut witir dimulai malam ke-16 Ramadan berdasarkan perbedaan ulama.
- Qunut Ramadhan dilaksanakan pada rakaat terakhir witir sebagai persiapan spiritual menjelang malam Lailatul Qadar.
SuaraJawaTengah.id - Memasuki pertengahan bulan puasa, banyak umat Islam mulai mendengar bacaan qunut Ramadhan dalam salat witir setelah tarawih. Hal ini sering menimbulkan pertanyaan di kalangan jamaah, terutama bagi mereka yang baru mengetahui praktik tersebut.
Mengapa qunut Ramadhan baru dibaca setelah pertengahan bulan? Apakah hal itu memiliki dasar dalam sunnah?
Pertanyaan ini juga pernah disampaikan kepada ulama Buya Yahya dalam sebuah kajian keislaman. Dalam penjelasannya, Buya Yahya menerangkan bahwa qunut Ramadhan merupakan amalan sunnah yang memiliki landasan dalam tradisi ibadah para ulama dan sahabat.
Penjelasan tersebut disampaikan dalam kajian yang membahas tentang salat witir di bulan Ramadan. Berikut beberapa penjelasan penting Buya Yahya terkait qunut Ramadhan.
1. Qunut Ramadhan Adalah Sunnah dalam Salat Witir
Menurut Buya Yahya, qunut Ramadhan merupakan sunnah yang dibaca dalam salat witir pada bulan Ramadan.
Qunut ini berbeda dengan qunut nazilah yang biasanya dibaca ketika terjadi musibah atau bencana. Qunut Ramadhan merupakan doa khusus yang dibaca sebagai bagian dari ibadah malam Ramadan.
Buya Yahya menjelaskan bahwa sebagian amalan dalam Islam bersifat ta’abbudi, yaitu dilakukan karena mengikuti tuntunan Nabi Muhammad ﷺ.
Artinya, umat Islam menjalankan amalan tersebut sebagai bentuk ketaatan kepada sunnah Rasulullah ﷺ, meskipun tidak selalu mengetahui alasan rasional di baliknya.
Baca Juga: 6 Hadits Tentang Keutamaan Bulan Syaban: Bekal Ibadah Menuju Ramadhan 1446 H
Karena itu, qunut Ramadhan dipahami sebagai bagian dari sunnah yang dianjurkan dalam ibadah Ramadan.
2. Mazhab Syafi’i Membaca Qunut Ramadhan Mulai Malam ke-16
Salah satu alasan mengapa qunut Ramadhan baru terdengar di pertengahan bulan adalah karena perbedaan pendapat ulama. Buya Yahya menjelaskan bahwa dalam mazhab Syafi’i, qunut witir dianjurkan mulai malam ke-16 Ramadan atau setelah pertengahan bulan.
Namun dalam pendapat ulama lain terdapat perbedaan. Sebagian riwayat dari Imam Ahmad bin Hanbal menyebut bahwa qunut Ramadhan boleh dibaca sejak awal Ramadan.
Perbedaan ini merupakan bagian dari khazanah fiqih yang telah lama dibahas oleh para ulama. Karena itu, praktik qunut Ramadhan bisa berbeda di berbagai tempat sesuai dengan mazhab yang diikuti.
3. Bacaan Qunut Ramadhan dalam Salat Witir
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
Terkini
-
Nekat Berselancar di Pantai Parangtritis, Satu Remaja Masih Hilang Terhempas Gelombang
-
Liburan Makin Untung, BRI Tawarkan Cashback Menarik untuk Transaksi Luar Negeri
-
Bicara ke 503 Ketua DPRD di Akmil, Prabowo: Kita Boleh Beda Partai Tapi Tetap Satu Patriot
-
Ultimatum Zulhas ke SPPG: Ini Misi Peradaban, Jangan Cuma Cari Cuan!
-
Gebrakan PKB Jateng: 819 Kader Jalani Fit and Proper Test Demi Mesin Politik 2029!