Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Rabu, 13 Januari 2021 | 20:58 WIB
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi meninjau banjir di Desa Cilapar dan Penolih (ANTARA/HO - Humas Purbalingga)

SuaraJawaTengah.id - Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menginformasikan bahwa dua desa di wilayah setempat terendam banjir akibat meluapnya air Sungai Ranu setelah hujan deras mengguyur kawasan itu sejak Selasa (12/1/2021).

"Dua desa itu, yakni Desa Cilapar dan Penolih di Kecamatan Kaligondang, dilanda banjir akibat meluapnya air Sungai Ranu," kata Bupati dilansir dari ANTARA di Purbalingga, Rabu (13/1/2021). 

Dia menambahkan bahwa akibat banjir tersebut puluhan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terendam air.

"Menurut laporan yang kami terima, di Desa Cilapar ada 80 rumah warga yang terendam banjir, sementara di Desa Penolih ada 82 rumah yang terendam," katanya.

Baca Juga: 6 Penambang Emas Asal Jawa Tengah Tertimbun di Solok Selatan, 2 Tewas

Selain merendam rumah warga, kata dia, banjir di Desa Cilapar juga merusak tanggul jalan sepanjang 80 meter. Selain itu, 50 hektare sawah juga dilaporkan rusak karena terendam banjir.

"Dua desa ini memang menjadi langganan banjir akibat meluapnya Sungai Ranu. Tahun 2020 lalu juga terjadi dua kali bencana banjir di wilayah ini akibat sungai yang meluap," katanya.

Bupati juga menambahkan pihaknya sudah menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di dua desa tersebut.

Bantuan yang diberikan, yaitu paket sembako untuk keluarga yang terdampak banjir.

"Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak, mengingat banjir tersebut pasti akan menghambat kegiatan ekonomi masyarakat," katanya.

Baca Juga: Waspada 3 Titik Rawan Longsor di Desa Wonolelo Magelang

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa wilayah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, masih berpotensi hujan hingga beberapa hari ke depan sehingga masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan.

Load More