SuaraJawaTengah.id - Hujan deras dan luapan sungai menyebabkan banjir di Jalan Pantura yang berada di perbatasan Kabupaten Tegal dan Pemalang, Kamis (14/1/2021). Akibatnya, arus lalu lintas sempat lumpuh.
Pantauan Suara.com, banjir di antaranya menggenangi ruas Jalan Pantura di Desa Kedungkelor, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal. Air mulai menggenangi badan jalan pada Kamis dini hari dengan ketinggian 30 hingga 60 sentimeter.
Hingga Rabu siang, banjir belum sepenuhnya surut sehingga membuat arus lalu lintas baik dari arah Jakarta maupun Semarang mengalami kemacetan hingga sekitar tiga kilometer.
Kendaraan yang melintas harus melaju perlahan karena badan jalan tergenang air. Sejumlah polisi bersiaga di sejumlah titik jalan untuk mengatur arus lalu lintas.
Salah satu warga setempat, Slamet, 65, mengatakan, banjir mulai terjadi sejak pukul 01.00 WIB setelah turun hujan deras sejak Rabu sore (13/1/2021).
Intensitas hujan yang tinggi tersebut membuat sungai Rambut meluap dan menggenangi jalan raya.
"Penyebabnya sungai tidak bisa menampung sehingga meluap ke jalan," katanya, Kamis (14/1/2021).
Menurut Slamet, ketinggian air sempat mencapai 60 sentimeter sehingga menimbulkan kemacetan panjang.
"Sempat macet satu jam, kendaraan tidak bisa jalan," ungkapnya.
Baca Juga: Tragis! 2 Penambang Asal Jawa Tengah Tewas Tertimbun Emas, Ini Kondisinya
Kabag Ops Polres Tegal Kompol Aries Heriyanto mengatakan, pihaknya bersama TNI dan relawan melakukan pengaturan arus lalu lintas agar kendaraan bisa tetap berjalan.
"Tidak ada kemacetan, yang ada antrean. Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Pemalang apabila diperlukan buka tutup arus," katanya saat ditemui di lokasi banjir.
Menurut Aries, banjir disebabkan meluapnya sungai Rambut di Desa Kedungkelor, Kecamatan Warureja setelah turun hujan deras.
"Semalam terjadi hujan deras sehingga kali Rambut tidak bisa menampung volume air sehingga meluap dan memenuhi jalan raya. Dampaknya terjadi ketersendatan arus lalu lintas," ujarnya.
Aris menyebut ketinggian banjie sempat mencapai 60 sentimeter pada pukul 03.00 WIB. "Saat ini air mulai berangsur surut, namun kami tetap melakukan pengaturan lalu lintas," ujarnya.
Kontributor : F Firdaus
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus
-
18 Tim Sepakbola Putri SD Ramaikan Junior Putri Cup 2026 di Semarang
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei