SuaraJawaTengah.id - Vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Jawa Tengah saat ini sudah mencapai sekitar 4.415 nakes yang menerima. Jumlah tersebut sekitar 13,2% dari total sasaran nakes yang akan menerima vaksin tahap pertama, yakni sekitar 30.000 orang.
Dari jumlah itu terdapat 825 nakes yang batal divaksin karena memiliki beberapa alasan. Tetapi mereka tidak menolak menerima vaksin Covid-19 sinovac.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah (Jateng), Yulianto Prabowo, membantah kabar terkait adanya tenaga kesehatan di Jateng yang menolak menerima vaksin Covid-19.
Menurutnya, banyak nakes yang menunda vaksinasi karena memiliki komorbiditas atau berhalangan hadir akibat ada tugas pekerjaan.
“Komorbiditas paling tinggi hipertensi. Lalu, kemudian yang tidak hadir itu kita pastikan karena mereka sedang bertugas. Tidak ada yang declare menolak untuk divaksin,” kata Yulianto dilansir dari Semarangpos.com di Kota Semarang, Rabu (20/1/2021).
Senada juga disampaikan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, yang menyebut hingga Selasa (19/1/2021) ada sekitar 285 nakes yang mangkir atau tidak hadir dalam penyuntikan vaksin. Sementara 540 nakes batal divaksin karena memiliki komorbiditas.
“Itu kemarin sudah dicek, yang tidak hadir karena lagi ada tugas. Terus rumah sakit data input, terus kita hari ini rapat membuat terobosan itu,” ujar Ganjar.
4.415 Nakes
Ganjar mengatakan sejak dimulainya vaksinasi tahap pertama pada 14 Januari lalu, sudah ada sekitar 4.415 nakes di Jateng yang divaksin. Jumlah tersebut sekitar 13,2% dari total sasaran nakes yang akan menerima vaksin tahap pertama, yakni sekitar 30.000 orang.
Baca Juga: Sepekan Vaksinasi Covid-19, Ada 30 Laporan KIPI yang Masuk ke Komnas KIPI
“Jadi pelaksanaan sampai tanggal 19 Januari [Selasa] kemarin, di Kota Semarang sudah 2.219 [nakes], jadi kurang lebih 11,8 persen. Kabupaten Semarang 655 (nakes) atau sekitar 16 persen. Sedangkan di Kota Solo sudah 1.541 nakes, atau sekitar 15%. Jadi rata-rata kita sudah 13,2%,” terang Ganjar.
Ganjar menambahkan dari 4.415 nakes yang menerima vaksin itu ada beberapa yang mengalami Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi atau KIPI. Ada beberapa yang mengalami pingsan, mata merah, bengkak, gatal pada area suntik, pegal, mual hingga muntah.
“Ada yang nyeri lengan mual muntah. Terus kemudian ada yang berdebar, mengantuk paling banyak. Tapi sampai hari ini [KIPI] tidak ada yang berlanjut,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama