SuaraJawaTengah.id - Curahan hati seorang mahasiswa yang mendapatkan nilai jelek belakangan jadi sorotan. Ia mengaku mendapatkan nilai C hingga kegiatan perkuliahannya dipersulit hanya karena tak membeli buku dari dosen.
Pengakuan pemuda ini viral setelah video keluh kesahnya beredar di media sosial. Salah satunya diunggaj oleh akun Instagram @infomakassar pada Sabtu (30/1/2021).
Dalam unggahan tersebut, diketahui bahwa mahasiswa laki-laki itu mengeyam pendidikan di Institus Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Sulawesi Selatan.
"Curhatan salah satu Mahasiswa di Parepare. Diduga dipersulit dan diberi nilai rendah oleh dosen hanya karena bukunya tidak dibeli," tulis @infokotamakassar dikutip pada Selasa (2/2/2021).
Mahasiswa itu menyebut tetap mendapatkan nilai jelek meski melakukan dua aspek penunjang nilai yakni presensi dan aktif bertanya di kelas. Ia mengaku tak pernah melewatkan pembelajaran tanpa bertanya.
"Awal perkuliahan, beliau mengatakan 'Untuk mata kuliah saya penunjang nilai adalah prensensi seberapa besar kalian mengajukan pertanyaan ketika diskusi'. Untuk presentasi dan presensi saya tidak pernah absen, saya tidak pernah tidak bertanya, bahkan ada dua pertanyaan yang saya jawab," jelas mahasiswa itu dalam video.
Ia juga merasa sang dosen kerap mempersulitnya perihal tugas. Menurutnya, tugas-tugas yang diberikan kepadanya lebih sulit dibandingkan dengan yang dikerjakan teman-temannya.
Belakangan, ia menduga alasan dirinya mendapat nilai C dan perlakukan berbeda sang dosen disebabkan lantaran tak membeli buku milik dosen bersangkutan, seperti yang dilakukan teman-temannya. seperti teman-temannya.
"Dugaan saya mengapa nilai saya anjlok, satu-satunya nilai C selama jadi mahasiswa. Kenapa saya katakan begitu karena teman saya, yang bisa saya katakan tidak pernah bertanya pada tiap presentasi tapi dikasi nilai A dan B. Tapi kelebihan mereka dari saya mereka punya buku," jelasnya.
Baca Juga: Nyontek Asal Nyalin, Mahasiswa Ini Kena Amuk Dosen
Sambil meneteskan air mata, mahasiswa ini menyatakan dirinya tidak terima dengan perlakuan dosen tersebut. Apalagi bagi Restu membeli buku dosennya itu cukup memberatkan dirinya yang berasal dari keluarga yang kurang mampu.
"Saya enggak beli buku bapak karena saya memang enggak ada uang pak. Paradigmanya seakan-akan membedakan yang punya buku dengan yang tidak. UKT (Uang Kuliah Tunggal: RED) saya semester ini saya dapat pemotongan dari pihak kampus. Kami ini mahasiswa, pak, punya UKT. Kiri-kanan kerja, cari pembayaran UKT, beda sama Bapak yang sudah digaji sama negara," tuturnya.
Video curhatan mahasiswa ini pun viral di media sosial dan pernyataannya memicu beragam reaksi warganet.
"Bukan jadi sesuatu yang baru terjadi, hampir semua mahasiswa pernah alami itu," tutur akun @nrwndylstiani.
"Ditunggu klarifikasinya pak dosen. Lagi susun materi ni pak dosen kayaknya untuk klarifikasi," ujar akun @djaelhenk11.
"Kawal terus mahasiswa ini," imbuh akun @fadlymuh_art.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Buktikan Kualitas, Skuad Muda Kendal Tornado FC Borong Penghargaan di EPA Championship
-
PSIS Rombak Total Tim, Suporter Desak Boyong Pemain Lawas dari Arhan, Dewangga, hingga Fortes
-
Koperasi Merah Putih Tembus 6.271 Unit: Operasional di Jateng Tertinggi Nasional
-
Lahan Pertanian Terancam Jadi Hotel dan Perumahan, Sarif Abdillah Ingatkan Bahaya Krisis Pangan
-
Semarang Barat Dikepung Banjir: Tanggul Plumbon Jebol, Lansia Hanyut