- Manajemen PSIS Semarang melakukan evaluasi menyeluruh dan perombakan tim untuk menghadapi kompetisi musim 2026-2027 mendatang.
- Proses pembangunan ulang mencakup restrukturisasi ofisial tim serta pemetaan ulang komposisi pemain demi membentuk identitas baru.
- Suporter mendesak manajemen memulangkan sejumlah mantan pemain ikonik, namun klub belum memberikan pernyataan resmi mengenai target buruan.
SuaraJawaTengah.id - Usai menutup musim 2025-2026 dengan catatan minor, PSIS Semarang langsung tancap gas melakukan evaluasi menyeluruh.
Manajemen Mahesa Jenar tak ingin larut dalam kekecewaan dan kini tengah menyusun proyek besar untuk menghadapi kompetisi musim depan dengan wajah baru.
Perombakan yang dicanangkan manajemen tak main-main. Bukan sekadar berburu juru taktik anyar, fondasi tim tengah ditata ulang dari nol. Mulai dari restrukturisasi ofisial tim hingga pemetaan skuad, siapa yang layak dipertahankan dan siapa yang harus didatangkan—menjadi fokus utama.
"Proses pembangunan tim sudah berjalan," tegas Asisten Manajer PSIS, Moch Reza Handhika.
Langkah ini, menurutnya, bukan sekadar bongkar pasang pemain, melainkan upaya serius membentuk identitas baru bagi klub kebanggaan warga Semarang.
Suporter Ramaikan Isu "Proyek Balikan"
Di tengah geliat revolusi yang dilakukan manajemen, aspirasi kuat muncul dari akar rumput.
Media sosial diramaikan oleh desakan suporter yang menginginkan PSIS memulangkan para mantan pemain yang pernah menjadi ikon klub. Isu "proyek balikan" ini menjadi topik hangat di kalangan pendukung setia Mahesa Jenar.
Nama yang paling santer diteriakkan adalah Pratama Arhan. Bek kiri Timnas Indonesia jebolan akademi PSIS ini masih terikat kontrak dengan True Bangkok United di Thailand, namun harapan melihatnya kembali berseragam biru di Jatidiri tak pernah padam.
Baca Juga: PSIS Semarang Gegerkan Bursa Transfer: Borong Tiga Pemain Naturalisasi Sekaligus
Selain Arhan, Alfeandra Dewangga juga masuk dalam daftar keinginan suporter. Meski kini berseragam Persib Bandung, ikatan emosional Dewangga dengan Semarang dinilai masih sangat kuat, apalagi musim ini ia lebih banyak menghuni bangku cadangan di klub barunya.
Tak hanya pemain muda, dua mantan kapten kharismatik juga dirindukan. Hari Nur Yulianto, sang legenda hidup yang sempat berkelana ke Malut United dan PSPS Pekanbaru, serta Septian David Maulana yang terakhir membela Malut United, diharapkan bisa kembali memimpin tim.
Di lini serang, nama striker Portugal Carlos Fortes juga kembali mencuat. Meski kini bermain untuk Al Dhafra FC, ketajamannya saat membela PSIS masih segar dalam ingatan dan menjadikannya salah satu sosok yang paling dirindukan.
Hingga saat ini, seluruh nama tersebut masih sebatas harapan di media sosial. Manajemen PSIS sendiri masih menutup rapat keran informasi mengenai siapa saja target buruan resmi mereka untuk musim 2026-2027.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Dukung Semangat Berbagai Generasi Muda, Semen Gresik Bersama FORSA Hadirkan Keceriaan Puluhan Siswa
-
Usai Pidato Presiden, Gubernur Ahmd Luthfi Tegaskan Satu Tujuan: Sejahterakan Rakyat
-
SMPN 1 Blora dan Dinas Pendidikan Telusuri Dugaan Perundungan Siswa Kelas IX
-
Sidang Korupsi Fadia Arafiq Ungkap Dugaan Pencopotan Outsourcing Bermotif Politik
-
BRImo Makin Diminati, 49,7 Juta Pengguna dan Transaksi Rp4.166 Triliun