Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:18 WIB
Banjir yang melanda Kota Semarangv akibat hujan ekstrem pada Jumat (15/5/2026). [istimewa]
Baca 10 detik
  • Hujan ekstrem memicu banjir bandang di Kecamatan Tugu dan Ngaliyan, Semarang, pada Jumat malam, 15 Mei.
  • Bencana menyebabkan tanggul Sungai Plumbon jebol, jalur vital tertutup lumpur, serta seorang warga lanjut usia hanyut.
  • Wali Kota Agustina Wilujeng mengerahkan tim tanggap darurat untuk perbaikan tanggul dan pembersihan material di lokasi terdampak.

SuaraJawaTengah.id - Wilayah barat Kota Semarang, khususnya Kecamatan Tugu dan Ngaliyan, seolah "dikepung" banjir pada Jumat (15/5) malam akibat hujan dengan intensitas ekstrem.

Luapan air yang tak terbendung dari hulu Ungaran dan wilayah lokal memicu serangkaian bencana: tanggul jebol, jalur vital tertutup lumpur, ratusan keluarga terdampak, hingga seorang lansia dilaporkan hanyut.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, langsung menginstruksikan respons tanggap darurat yang cepat dan menyeluruh.

"Seluruh jajaran dinas terkait sudah saya instruksikan turun langsung. Kita berpacu dengan waktu," tegasnya.

Data dari Kecamatan Tugu menunjukkan dampak serius: 313 Kepala Keluarga di Mangkang Kulon terendam.

Kondisi diperparah oleh jebolnya tanggul Sungai Plumbon di RT 01 RW 01 sepanjang 40 meter.

Tragisnya, seorang warga lansia, Ibu Maryam (70), dilaporkan hanyut terbawa arus deras akibat insiden ini dan masih dalam pencarian.

Aksi Simultan: Tambal Tanggul dan Bersihkan Silayur 

Menghadapi kepungan bencana ini, Pemkot Semarang bergerak simultan di berbagai titik. Agustina memastikan penanganan fisik tanggul jebol akan dikebut mulai Sabtu (16/05) pagi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Rabu Ini: Semarang Diprediksi Berawan

"Meski Sungai Plumbon wewenang BBWS, Pemkot tidak akan diam. Kami kerahkan personel untuk penambalan darurat dengan ribuan karung pasir dan trucuk bambu. Warga harus aman dari ancaman hujan susulan," tegasnya.

Di saat yang sama, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) bekerja keras semalaman membersihkan material lumpur pekat yang melumpuhkan Jalan Silayur, jalur vital penghubung Semarang-Boja. Truk tangki air dan alat berat dikerahkan agar akses jalan segera pulih.

"Malam ini pembersihan lumpur di Silayur jalan terus. Besok pagi, saya minta gerakan gotong royong massal di seluruh wilayah terdampak. Kami berkomitmen mendampingi warga hingga situasi benar-benar kondusif," pungkas Wali Kota Agustina.

Load More