Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 05 Februari 2021 | 16:28 WIB
Nenek Kasminah berkrudung biru dan kuasa hakimnya di Semarang (Suara.com/Dafi Yusuf)

Selain itu, lanjutnya, peralatan yang dibawa seperti  linggis atau palu itu digunakan untuk memagari lahan, bukan mengancam.

"Saksi yang dihadirkan juga mengakui, bahkan sebelum memagari lahan itu si mbah sempat meminta maaf ke para pekerja," imbuhnya.

Kontributor : Dafi Yusuf

Baca Juga: Makam Tenggelam di Semarang, Warga Pernah Temukan Tengkorak Mengambang

Load More