Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 05 Februari 2021 | 17:01 WIB
Juru kunci menjamasi keris Mbah Kuntjung menjelang perayaan imlek 2572 di Klenteng Boen Tek Bio Banyumas, Jumat (5/2/2021). (Suara.com/Anang Firmansyah)

"Beliau kemudian menyampaikan bahwa dirinya lebih dikenal dengan sebutan Mbah Kuntjung. Selama ini Mbah Kuntjung membantu kongcho hot tek teng shin memberikan kesembuhan atau pertolongan kepada orang-orang yang sembahyang disini," terangnya.

Kepada juru kunci saat itu, Mbah Kuntjung berkenan jika pengurus memberikan penghormatan kepada sosoknya. Kemudian dari pengurus saat itu Mbah Kuntjung dibuatkan altar khusus yang hormati hingga saat ini dan berisi tiga buah pusaka berwujud keris.

"Khusus untuk altar Mbah Kuntjung, yang diperkenankan untuk menjamasi adalah juru kunci yang sudah ditunjuk. Sehingga memang kita tidak ada yang berani untuk membersihkan atau menjamasi pusakanya Mbah Kuntjung" lanjutnya.

Namun berbeda dengan patung lainnya, Mbah Kuntjung tidak berkenan jika diberikan sesembahan berupa daging. Sajian Mbah Kuntjung cukup dengan buah-buahan dan jajanan pasar. Serta tidak mau diberi minuman beralkohol.

Baca Juga: Perajin: Pelanggan Boro-boro Mikirin Kue Keranjang, Buat Makan Aja Bingung

"Mbah Kuntjung itu sebagai figur sendiri, sedang keris adalah sebagai pamor atau kharisma. Memang dia itu asli kejawen. Makanya kalau kita lihat kan ritualnya pakai dupa hitam. Kemudian sajiannya jajanan pasar. Itu yang membedakan dengan altar lain," ujarnya.

Terkait dengan Tahun Baru Imlek 2572 yang bertepatan dengan Tahun Kerbau Logam, Sobita mengaku sebagai tahun untuk bekerja keras.

"Semoga ini menginspirasi kita semua untuk mengejar ketertinggalan kita selama satu tahun. Baik secara ekonomi maupun kehidupan sosial. Karena mengalami keterpurukan," pungkasnya. (Anang Firmansyah)

Kontributor : Anang Firmansyah

Baca Juga: Imlek di Tengah Covid-19, Kemenag Minta Umat Konghucu Tangsel Ibadah Daring

Load More