Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Sabtu, 06 Februari 2021 | 18:32 WIB
Manusia Bekakak yang saat itu disembelih. [Suara.com/Dafi Yusuf]

"Senek merupakan sebutan warga untuk penampung barang bawaan yang terbuat dari rajutan bambu itu," katanya. 

Juwanto Kepala Dusun Cemanggal manuturkan, bekakak adalah salah satu simbol dari upacara adat masyarakat cemanggal.

Manusia Bekakak ialah sebuah wajik ketan yang dibuat menyerupai manusia. 

Bekakak berjenis kelamin laki laki lengkap dengan juroh atau air tape singkong yang di campur dengan gula aren yang disimbolkan seperti darah. 

"Kemudian Bekakak tersebut ditaruh pada tampah besar dan dibawa ke curug dawang untuk selanjutnya akan dilakukan prosesi upacara adat berupa penyembelihan manusia bekakak ini,” imbuhnya. 

Juwanto juga menambahkan Bekakak sendiri dahulu adalah manusia yang dipersembahkan untuk disembelih setiap setahun sekali sebagai bentuk bhakti kehidupan kepada Tuhan. 

"Tetapi setelah melalui proses dan ritual yang panjang," ujarnya. 

Kontributor : Dafi Yusuf

Load More