SuaraJawaTengah.id - Seorang polisi pasti memiliki keahlian diluar tugasnya sebagai pengayom masyarakat. Hal itu pastinya akan memberikan nilai positif anggota polisi tersebut.
Di Kendal ternyata terdapat seorang Polisi memiliki keahlian dibidang perkayuan. Ia Adalah Aipda Tri Suyanto. Kanit Intelkam Polsek Pegandon ini piawai memegang alat pertukangan seperti pasah, gergaji bahkan mengecat kursi makan maupun kursi santai.
Keahlian sekaligus menjadi pekerjaan sampingan sebagai tukang kayu ini dilakukan setelah menjalankan tugas rutinnya sebagai polisi di Polsek Pegandon. Hampir setiap hari usai melaksanakan tugasnya sebagai Kanit Intelkam Polsek Pegandon, tidak serta merta istirahat.
Pulang dari kerja disambut anak dan istri dan selanjutnya ganti pakaian untuk menjadi tukang mebeler.
Seakan tak kenal lelah ayah empat anak ini menekuni usaha mebel sejak tahun 2014. Ketika itu sang mertua mengajari cara mengolah kayu gelondongan di tafsir menjadi beberapa bagian yang bisa di buat mebel.
Namun sebelum menekuni mebeler ini Tri juga pernah usaha lainya seperti rental mobil, rumah makan katering namun semua itu tidak bisa berjalan lama.
“Awalnya saya sendirian dibantu satu tukang dan satu tenaga serabutan, namun lama kelamaan usahnya berkembang besar dengan tetap menjaga kwalitas,” kata Tri Suyanto dilansir dari Ayosemarang.com, Rabu (17/2/2021).
Semua hasil mebel karyanya banyak disukai orang, terutama warga sekitar yang pulang dari luar negeri membeli perabot rumah tangga seperti meja kursi tamu maupun ruang makan.
“Semua hasil karya berbahan kayu jati, bahkan dalam memilih kayu jati saya tidak sembarangan memilih beli kayu dari tempat pelelangan kayu milik Perhutani sehingga kualitas barangnya dijamin bagus,” imbuhnya.
Baca Juga: Kasus Kematian Herman di Penjara, LBH Samarinda: Polisi Harus Transparan
Usahanya juga diketahui oleh komandanya yakni Kapolsek Pegandon maupun Kapolres Kendal. Tri tahu bahwa polisi tidak boleh berbisnis, namun ini semua sebagai kerja sampingan dan tidak mengganggu pekerjaan kedinasan sebagai anggota kepolisian.
Usaha mebel yang diberi naman Tri Jati Mulya berada di Desa Dawungsari Kecamatan Pegandon, dengan mempekerjakan lima tukang dan 5 orang bagian finishing.
Tri mengaku usaha sampingannya ini, tidak mengganggu pekerjaan utamanya sebagai polisi.
”Usaha ini sebagai upaya untuk mendorong perekonomiam keluarga maupun masyarakat yang ikut kerja sebagai tukang mebel,” tegasnya.
Salah satu pelanggan mebel dari Kendal Hendi mengaku, dirinya sudah tiga kali membeli perabot rumah tangga di tempat Tri Suyanto.
“Di sini kualitasnya terbukti salah satu contoh saya beli kursi sudah bertahun-tahun tidak ada penyusutan kayu maupun kayu yang retak,” tegas Hendi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
Terkini
-
Jelang EPA U-19, Kendal Tornado FC Youth Simulasi Jadwal Kompetisi
-
Kecelakaan Maut di Blora! Truk Rem Blong Tabrak 5 Motor, Satu Orang Tewas
-
Horor di Tol Semarang-Solo! Tronton Diduga Rem Blong Hantam 2 Truk, 1 Tewas di Tempat
-
Naik Vespa, Taj Yasin Tinjau SPBU untuk Pastikan Ketersediaan BBM di Jateng Aman Jelang Lebaran
-
Waspada! BMKG Beri Peringatan Dini Cuaca di Semarang, Potensi Hujan Lebat Disertai Petir