SuaraJawaTengah.id - Penyakit diabetes memang sering menghantui masyarakat Indonesia. Pola makan tak terkontrol membuat penyakit ini banyak diderita oleh para lansia. Bahkan, saat ini tren diabetes dikalangan anak muda juga mulai bermunculan.
Untuk mendeteksi penyakit spele namun mematikan ini, biasanya masyarakat melakukan pengecekan dengan diambil sampel darahnya. Namun, untuk mengetahui penyakit diabetes tersebut kadang membuat masyarakat ketakutan, karena harus berurusan jarum suntik.
Empat mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang menciptakan alat pintar pendeteksi diabetes militus yang tidak menimbulkan rasa sakit serta bisa terhubung ke telepon pintar.
Salah seorang mahasiswa anggota peneliti alat pendeteksi Diabetes yang dinamai "Gluconov" tersebut, Diana Almaas Akbar Rajah, dalam siaran pers di Semarang, Kamis, mengatakan alat tersebut tidak akan menimbulkan luka di jari pasien seperti alat pengecek diabetes pada umumnya.
Selain Diana, alat tersebut juga diciptakan bersama tiga mahasiswa Program Studi Teknis Biomedis lainnya, yakni Annelicia Eunice Arabelle, Nadiya Nurul dan Tee, Kevin Tedjasukmana.
Diana menjelaskan Gluconov disusun menggunakan rangkaian spektrofotometri, Light Dependent Resistor, keping polikarbonat, dan motor dengan mikrokontroler.
Ia mengklaim metode ini memiliki akurasi hingga 95 persen.
"Dalam penggunaannya, jari tangan pasien diletakkan pada slot yang telah tersedia, kemudian akan mendeteksi perubahan intensitas cahaya yang dimiliki oleh darah akibat dari paparan cahaya. Perubahan tersebut dihasilkan oleh pembiasan cahaya putih dengan keping polikarbonat," kata Diana dilansir dari ANTARA.
Hasil pengukuran itu selanjutnya akan dikirim ke telepon pintar melalui jaringan wifi. Ia menyebut alat ini nantinya bisa digunakan secara global.
Baca Juga: Presiden Joko Widodo Kunker ke Semarang, Cek Vaksinasi Covid-19 Tokoh Agama
Ia menambahkan alat tersebut akan dijual dengan harga Rp370 ribu per unit, sementara aplikasi pengecek hasilnya bisa diunduh melalui play store.
Ia menuturkan Gluconov sempat menghasilkan penghargaan saat ditampilkan dalam ajang Asean Innovation Science and Entrepreneur Fair 2021.
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Lebih dari Pendidik, Guru PAUD dan TK Diharapkan Jadi Teladan Pembentukan Karakter Anak
-
Menaker Apresiasi Program Magang Nasional BRI, Buka Peluang Karier bagi Talenta Muda
-
BRI Gandeng Prodia, Hadirkan Promo Medical Check-Up hingga Pemeriksaan Genomics
-
Kisah Cucur Aulia, UMKM Binaan RB Rembang yang Sukses Mengangkat Jajanan Tradisional
-
Semarang Diprakirakan Cerah Berawan, Hujan Berpotensi Turun Sore Nanti