SuaraJawaTengah.id - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah menggali temuan batu yoni di Dusun Culengan, Desa Gondang, Kecamatan Mugkid, Kabupaten Magelang.
Ukuran batu yoni termasuk besar dengan ukuran alas 1,46 meter dan tinggi 1,30 meter. Pada cerat atau saluran air, terdapat relief nandi atau sapi berdiri yang jarang ditemukan pada batu yoni lainnya.
Temuan batu yoni terletak di pekarangan belakang rumah pasangan Wahyanto (83 tahun) dan Cecelia Suprijati (71 tahun), warga Dusun Culengan. Yoni terkubur pada kedalam 1,5 meter.
Menurut Suprijati, batu yoni kali pertama ditemukan sekitar tahun 1950an. Saat itu suaminya Wahyanto baru duduk di sekolah menengah pertama.
“Tahunnya saya belum tahu. Saya disini kan ikut suami. Suami saya bilang saat ditemukan masih sekolah. Mungkin sekitar usia SMP. Dia sekarang usianya 83 tahun,” kata Suprijati saat ditemui di rumahnya di Dusun Culengan, Rabu (17/3/2021).
Batu yoni ditemukan secara tidak sengaja oleh warga yang sedang membajak sawah. Mata bajak membentur batu yang setelah digali ternyata berupa struktur yoni dan lingga.
“Yang bajak tidak berani, kemudian (struktur yoni) hanya dibatasi tanggul. Ya sudah pokoknya daerah sekitar batu itu tidak boleh ditanami. Saat ditemukan pertama kali daerah sekitarnya masih sawah,” ujar Suprijati.
Sekitar tahun 1983, Dinas Purbakala menggali lokasi dimana yoni pernah ditemukan. Setelah berhasil membuka sebagian besar struktur yoni, Dinas Purbakala tidak menemukan relief yang diinginkan sehingga penggalian dihentikan.
Suprijati kemudian meminta warga kembali menutup lokasi galian. Seluruh bagian yoni dikubur kecuali lingga yang diambil warga untuk digunakan menjadi wadah air.
Baca Juga: Angin Kencang Terjadi di Kabupaten Magelang, 35 Rumah Porak-Poranda
Ada cerita unik seputar lingga yang memiliki cekungan serupa tutup yoni tersebut. Menurut Suprijati, warga kerap mengambil air dari wadah air itu untuk mengobati anak yang sakit.
“Dijadikan gentong, diambil airnya kalau ada anak yang sakit. Diambil airnya untuk diminum. Saya pikir ini makam kok malah dijadikan gentong. Tapi siapa tahu karena dia percaya jadi sembuh,” kata Suprijati.
Hingga sekitar sebulan lalu, BPCB Jateng meminta izin kembali membongkar lokasi yoni. “Selang satu bulan lebih, (BPCB) izin ke saya kalau digali bagaimana? Ya silakan saya juga tahu kalau itu urusannya Dinas Purbakala.”
Kepala Sub Kelompok Pengamanan, BPCB Jawa Tengah, Harun Al Rosyid mengatakan, yoni di Dusun Culengan termasuk unik. Pada ceratnya terdapat hiasan nandi.
Menurut Harun di wilayah Jawa Tengah baru kali ini ditemukan yoni dengan hiasan nandi pada ceratnya. BPCB Jateng akan melakukan kajian termasuk rencana penyelamatan atau pengamanan struktur yoni.
Berdasarkan pengukuran BPCB, alas yoni berukuran 146 x 146 cm. Tingginya mencapai 130 cm dengan luas sisi atas 127 x 127 cm.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Transformasi Berkelanjutan, BRI Catat Kinerja Gemilang dan Dukung Program Prioritas Nasional 2025
-
Revolusi Anti-Rob: Jateng Gunakan Pompa Tenaga Surya, Hemat Biaya Operasional hingga Jutaan Rupiah
-
Waspada! Malam Tahun Baru di Jateng Selatan Diwarnai Hujan dan Gelombang Tinggi
-
BRI Blora Gelar Khitan Massal, Meriahkan HUT ke-130 dengan Bakti Sosial
-
Mobilio vs Ertiga Bekas di Bawah Rp150 Juta: 7 Pertimbangan Penting Sebelum Membeli