SuaraJawaTengah.id - Buronan Polri dan Interpol atas kasus dugaan penistaan agama, Jozeph Paul Zhang pernah menempuh pendidikan di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga
Rektor UKSW, Neil Semuel Rupidara, tak menampik jika Jozeph Paul Zhang, yang punya nama asli Shindy Paul Soerjomoeljono memang pernah mengenyam kuliah di kampus tersebut.
“Shindy Paul Soerjomoeljono adalah alumnus UKSW. Yang bersangkutan lulus dari Fakultas Pertanian (sekarang Fakultas Pertanian dan Bisnis) pada 1996. Ia sempat melanjutkan pendidikan S2 Magister Manajemen, tapi tidak selesai,” ujar Neil dilansir Semarangpos.com--jaringan Suara.com, Kamis (22/4/2021).
Neil menambahkan selama menjalani kuliah di UKSW Salatiga, Jozeph Paul Zhang tergolong pandai. Oleh karenanya, ia pun terkejut Jozeph Paul Zhang atau yang dikenal dengan nama Shindy Paul itu membuat pernyataan yang menyakiti banyak orang.
Baca Juga: Jejak Jozeph Paul Zhang di UKSW, Alumni Fakultas Pertanian Gagal Tempuh S2
“Sebagian warga UKSW memahaminya sebagai mahasiswa yang tergolong pandai saat kuliah. Sepatutnya ia kini menjadi seorang pribadi yang lebih matang karena pengalaman hidup. Namun, melihat yang dilakukan kami sulit memahami dari perspektif model perilaku warga UKSW,” jelas Neil.
UKSW juga menyatakan jika kampus membentuk sosok Jozeph sebagai sebagai pribadi yang kritis terhadap hal-hal prinsipil, sekaligus realitis terhadap kondisi lingkungan.
Meski demikian, ia seharusnya menjadi sosok yang bertanggung jawab moral dan sosial dalam menyampaikan pikiran.
“Oleh karena itu, kami melihat apa yang dilakukan Shindy Paul adalah sikap pribadi yang tidak mewakili siapa pun. Bukan saja itu tidak merepresentasi karakter alumni UKSW, tapi juga bukan gambaran perilaku kaum Kristen,” tegas Neil.
UKSW pun menyesal dengan kasus yang menimpa alumnusnya itu. Apalagi, pernyataannya yang dinilai mengandung muatan penistaan agama.
Baca Juga: Eko Kuntadhi Sebut Jozeph Paul Zhang Anggota FPI Cabang Kristen
“UKSW adalah lembaga yang menjunjung tinggi kebebasan berpikir dan berekspresi. Namun, kami menilai tindakannya menyampaikan pandangan pribadi, apalagi bersifat subjektif dan kontroversial di ruang digital menggambarkan ketiadakan sikap fairminded atau adil dalam dirinya,” jelas Neil.
Berita Terkait
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
-
Klasemen Terbaru: Timnas Indonesia U-17 Selangkah Lagi Lolos Piala Dunia U-17
Terkini
-
Jangan Paksakan ke Rest Area saat Arus Balik, Ini Tips Istirahat Aman dan Nyaman dari Kapolri
-
Tak Hanya THR, Desa Wunut Tunjukkan Kepedulian Nyata Lewat Jaminan Sosial
-
Nikmati Libur Lebaran, Ribuan Wisatawan dari Berbagai Daerah Ramaikan Saloka Theme Park
-
Viral Tarian Bagi-bagi THR Diduga Tarian Yahudi? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Kenapa Banyak yang Menikah di Bulan Syawal? Ini Jawabannya