SuaraJawaTengah.id - Seluruh orang tua calon murid sekolah menengah pertama dan sekolah menengah kejuruan di bawah Lembaga Pendidikan Perjuangan Islam Bustanul Ulum di Kabupaten Jember, Jawa Timur, diwajibkan tanda tangan kontrak perjanjian anak-anak mereka tak menikah sampai lulus.
Yayasan IBU dipimpin oleh Hafidi Cholis, seorang anggota DPRD Jember dari Partai Kebangkitan Bangsa. Yayasan ini menaungi madrasah ibtidaiyah, SMP, SMK, dan pondok pesantren dengan jumlah anak didik sekitar 5.200 orang. Lembaga ini berdiri pada 12 Juni 2006 dan SMK IBU berdiri 26 Juli 2009 dengan diresmikan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf.
“Sejak awal lembaga pendidikan ini berdiri bertujuan mencegah terjadinya pernikahan dini di kalangan masyarakat, khususnya di wilayah Jember timur, ketika anak lulus sekolah dasar,” kata Hafidi dalam laporan Beritajatim.com.
Dikatakan, sekarang mudah ditemukan anak berusia 13 dan 14 tahun dinikahkan oleh orangtua mereka. “Ini menjadi pekerjaan rumah bagi lembaga pendidikan IBU,” kata Hafidi.
Dari sinilah muncul gagasan kontrak pendidikan. “Kontrak pendidikan bagi siswa dan santri ini untuk mengikat kesungguhan kerjasama antara orang tua, masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga, khususnya pengasuh lembaga pendidikan,” kata Hafidi.
Dengan adanya kontrak pendidikan, orang tua berarti mendukung proses pendidikan yang dijalani anak-anak dan tak akan mengganggu anak-anak mereka dengan kepentingan pribadi. Orang tua juga menyerahkan sepenuhnya anak mereka kepada pengasuh dalam masa pendidikan anak.
“Orang tua tidak akan menuntut perdata dan pidana (kepada pengasuh) atas tindakan kedisplinan terhadap anak mereka. Ini untuk terciptanya moral dan akhlak bagi siswa,” kata Hafidi.
Kontrak pendidikan juga ditandatangani dan disaksikan kepala desa setempat, dimana orang tua dan anak berdomisili. Konsekuensinya Yayasan IBU memberikan fasilitas pendidikan terbaik.
“Sejak awal kami sudah menggratiskan sarana antar jemput sekolah. Awalnya kami punya dua bus, sekarang sudah 20 bus angkutan antar jemput siswa,” kata Hafidi.
Baca Juga: Bermasalah dengan Pasangan, Kapan Sebaiknya Datangi Konsultan Pernikahan?
Berita Terkait
-
Toleransi dalam Keberagaman Hadir Lewat Kepemimpinan Gus Fawait
-
3 Fakta Viral "Bilik Asmara" Beralas Kardus di Pantai Watu Ulo Jember, Kondom Bekas Berserakan!
-
Dalam Sidang Paripurna DPRD, Bupati Jember Sampaikan 5 Visi Pembangunan Jangka Menengah 2025-2029
-
Resmi Dibuka! Pendaftaran Beasiswa Pemkab Jember 2025, Cek Syarat dan Tahap Seleksinya
-
MUI Haramkan Pargoy TikTok, Takut Timbulkan Syahwat
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
Terkini
-
Pemprov Targetkan Angka Kemiskinan Jateng Turun Menjadi 8,70 Persen di Akhir 2026
-
7 Tips Menikmati Perjalanan Kereta Malam Antar Kota
-
Tips Kelola Budget Nonton Pestapora 2026 Pakai Cicilan 0% BRI
-
KPK Terus Dalami Dugaan Titip-Menitip Mahasiswa di Unsoed
-
Terancam Produk Impor, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Hasil Panen