SuaraJawaTengah.id - Hari Lahir Pancasila diperingati setiap 1 Juni. Penetapan itu merujuk pada peristiwa sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945 silam yang mambahas dasar negara Indonesia.
Kala itu, salah satu anggota BPUPKI, Soekarno yang kemudian menjadi proklamator kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dalam pidatonya memperkenalkan dasar negara Indonesia yang diberi nama Pancasila.
Selain tak bisa dilepaskan dari sejarah lahirnya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, jejak Soekarno juga terdapat di sebuah taman yang ada di Kota Tegal, yakni Taman Pancasila.
Taman Pancasila menjadi salah satu tempat bersejarah di Kota Bahari karena pernah diresmikan oleh Soekarno ketika sudah menjadi presiden pertama RI. Di kawasan publik yang baru selesai direvitalisasi pada 2021 ini juga terdapat sebuah bangunan tugu ikonik.
Menurut sejarawan Pantura, Wijanarto, Taman Pancasila dibangun dan diresmikan oleh Soekarno pada tahun 1950-an.
"Taman Pancasila itu bisa disebut cagar budaya karena itu diresmikan Soekarno saat datang ke Tegal," kata Wijanarto kepada Suara.com, Selasa (1/6/2021).
Wijanarto mengungkapkan, di Taman Pancasila terdapat bangunan tugu yang menjadi ikon tempat publik tersebut. Bentuk tugu ini berupa simbol Lingga dan Yoni yang diambil dari peradaban Hindu.
Bentuk Lingga yang lonjong merepresentasikan alat kelamin laki-laki, sedangkan Yoni memiiki bentuk yang menggambarkan alat kelamin perempuan.
"Bentuk yang lonjong itu merepresentasikan alat kelamin laki-laki. Kalau yang kaya lumpang, yang mencagak itu adalah Yoni-nya. Itu melambangkan kesuburan, yang diambil dari jejak peradaban Hindu," ujar Wjanarto.
Baca Juga: Tahun 1934, Soekarno Rumuskan Pancasila di Tempat Ini
Tugu berupa simbol Lingga dan Yoni tersebut, kata Wijanarto, juga merepresentasikan kemakmuran. Hal ini menjadi salah satu nilai filosofi dalam pembangunan Taman Pancasila.
"Jadi sepasang alat kelamin laki dan wanita itu representasi kemakmuran. Soekarno ingin agar pesan di balik pembangunan Taman Pancasila itu ya kemakmuran dan keadilan. Itu kan merepresantasikan sila ke lima Pancasila," katanya.
Tak hanya meresmikan Taman Pancasila, Wijanarto menyebut kedatangan Soekarno ke Tegal kala itu juga bertujuan untuk menggaungkan spirit persatuan dan kesatuan bangsa setelah terjadi gejolak Peristiwa Tiga Daerah.
"Soekarno datang ke Tegal selepas Peristiwa Tiga Daerah, khusus untuk menekan radikalisme orang-orang Tegal setelah peristiwa revolusi sosial tu. Pidato Soekarno yang menarik saat itu adalah 'jangan sampai berdiri Republik Tegal, Republik Slawi, dan Republik Talang'. Ini ungkapan Soekarno tentang pentingnya persatuan dan kesatuan," ungkap Wijanarto.
Menurut dia, Soekarno merasa perlu untuk datang ke Tegal karena Peristiwa Tiga Daerah yang dimotori tokoh bernama Sakyani alias Kutil pada saat itu mampu membuat pemerintah pusat kelimpungan dan wibawanya jatuh.
"Soekarno secara khusus datang ke Tegal untuk mengembalikan rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Ini perlu diungkapkan bagaimana petingnya Tegal dalam peringatan Hari Lahir Pancasila," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BRIvolution Reignite Perkuat Bisnis BRI, KUR hingga KPR Subsidi Terus Bertumbuh
-
Lebih dari 200 Penari dari Berbagai Daerah Ramaikan Lomba Tari Kreasi 2026 di Saloka Theme Park
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
Perjuangan 20 Tahun Rosidah Besarkan Usaha Gula Merah Berbuah Manis dengan Dukungan KUR BRI