SuaraJawaTengah.id - Klaster penularan Covid-19 kembali muncul di Kabupaten Tegal. Sebanyak 70 orang di Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, terpapar Covid-19 dari klaster salat Idul Fitri (Id).
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal Sarmanah mengatakan, klaster salat Id di Desa Randusari diketahui setelah ada satu warga yang mengalami demam, batuk dan pilek.
Warga yang merupakan seorang ustaz tersebut kemudian berobat ke UGD Puskesmas Pagerbarang. Saat dites swab , hasilnya positif Covid-19.
"Saat akan dirujuk ke rumah sakit dia tidak mau. Maunya isolasi mandiri di rumah. Tapi saat isolasi mandiri di rumah itu banyak yang menjenguk, diduga terjadi penularannya di situ," ujar Sarmanah, Sabtu (5/6/2021).
Menurut Sarmanah, selain warga yang menengok, langkah pelacakan atau tracing juga dilakukan terhadap warga yang mengikuti salat Id di masjid lingkungan setempat karena ustad yang positif juga mengikuti salat Id di masjid tersebut.
"Karena di masjid itu jemaahnya banyak, di-tracing. Sampai kemarin yang di-tracing dan dirapid test antigen se desa ada 204 orang. Yang positif 46 orang," ujar Sarmanah.
Sementara itu, Camat Pagerbarang Harto Prabowo mengatakan, setelah dilakukan tracing dan tes swab lanjutan, jumlah warga yang positif Covid-19 dari klaster di Desa Randusari mencapai 70 orang.
"Total yang dites swab ada 357 orang selama dua hari mulai Rabu (2/6/2021). Hasilnya ada 66 orang yang positif. Kemudian sebelumnya ada empat orang yang positif, jadi total 70 orang," katanya, Sabtu (5/6/2021).
Menurut Harto, puluhan warga yang terpapar Covid-19 tersebut tinggal di satu RW, yakni RW 4. Untuk mencegah meluasnya penularan, RW itu dilakukan lockdown.
Baca Juga: Tersinggung Dijauhi Setelah Terkena Covid-19, Mertua Sengaja Peluk Menantu Agar Tertular
"Khusus RW 4 lockdown sampai 14 hari. Empat pintu masuknya ditutup dan dijaga siang malam. Warga yang isolasi diberi bantuan dari desa," katanya.
Munculnya klaster penularan Covid-19 di Desa Randusari tersebut menambah jumlah klaster yang sebelumnya muncul di Kabupaten Tegal, dengan mayoritas adalah klaster keluarga.
Data Dinas Kesehatan, setidaknya ada 18 klaster penularan yang tersebar di sejumlah wilayah kecamatan di antaranya di Kecamatan Lebaksiu, Pangkah, Dukuhturi, Slawi, Pagerbarang, Dukuhwaru, dan Tarub.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Hendadi Setiaji mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 terjadi karena aktivitas dan mobilitas warga yang meningkat saat libur jelang dan pasca Hari Raya Idul Fitri. Di samping itu, kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan juga melemah.
“Kami juga mendapati kepatuhan pasien positif tanpa gejala untuk isolasi mandiri belum baik. Mereka ada yang tetap beraktivitas seperti biasa dengan ke luar rumah,” ujar Hendadi, Sabtu (5/6/2021).
Kontributor : F Firdaus
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
Terkini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Antisipasi Gempa, BRI Blora Gelar Simulasi dan Latih Karyawan Tanggap Darurat
-
Zakat di Era Digital: Transparansi dan Kemudahan Jadi Kunci Gaet Donatur Muda
-
Fakta Baru Kecurangan UTBK di Undip, Polisi Sebut Peserta Diduga Jadi Korban Penipuan
-
Pelindo Terminal Peti Kemas Tunjukkan Kinerja Positif di Tengah Gejolak Global