Waktu kerja para penjual air bersih ini dimulai pukul 03.00. Biasanya, mereka akan hilir-mudik sampai tengah hari atau kira-kira pukul 02.00. Mereka tidak mengambil air di sumur dengan cuma-cuma.
Tiap bulan, mereka harus membayar sejumlah uang ke pengelola kawasan ruko itu. Nantinya, air bersih dijual Rp2.000 per blek.
Masing-masing penjual air bersih ini termasuk Pardi, Sardi dan Paino sudah punya pelanggan sendiri. Jadi, penghasilan mereka pun berbeda.
Dulu, sebelum penataan air di Semarang sebaik sekarang, tidak hanya warung yang memesan air ke mereka, warga yang kesulitan air pun juga pesan.
Namun, kini penghasilan mereka kian menyusut. Selain sudah tidak adanya problem warga kesulitan air, warung juga banyak yang dipindah.
“Sekarang sepi. Warung-warung juga sudah banyak yang tutup atau pindah karena penertiban kota,” ujar Sardi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Mooncake Festival 2026 Jadi Ruang Akulturasi Budaya di Semarang
-
Rayakan Pestapora 2026 Bareng BRImo, Ada Cashback dan Keseruan di Booth BRI
-
Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik
-
Mooncake Festival Dorong Pecinan Semarang Jadi Ruang Budaya yang Hidup
-
Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG