SuaraJawaTengah.id - Lonjakan Covid-19 di Provinsi Jawa Tengah sepertinya belum juga reda. Bahkan bisa dikatakan semakin parah.
Dilansir Solopos.com, Dinas Kesehatan Jateng mencatat penambahan kasus Covid-19 bertambah parah dengan 3.107 kasus baru terkonfirmasi dalam sehari, Rabu (16/6/2021). Kini, jumlah secara kumulatif mencapai 223.747 kasus.
Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat juga terus mengalami peningkatan. Pada Rabu (16/6/2021), pasien Covid-19 di Jawa Tengah bertambah 1.884 orang. Pasien Covid-19 yang terkonfirmasi dan dirawat kini berjumlah 15.395 orang.
Sementara itu, jumlah pasien sembuh mencapai angka 194.074 orang, dengan penambahan 1.114 pasien sembuh dibandingkan dengan hari sebelumnya. Jumlah pasien suspek dilaporkan mencapai 11.131 orang atau bertambah 1.177 orang, sedangkan pasien yang meninggal dunia mencapai 14.278 orang, atau bertambah 109 orang.
Kabupaten Kudus masih menjadi wilayah dengan jumlah pasien dirawat terbanyak di Jawa Tengah. Jumlahnya mencapai 2.124 orang pasien. Disusul Kota Semarang dengan 1.033 pasien Covid-19.
Irjen Polisi Ahmad Luthfi, Kapolda Jawa Tengah, menjelaskan bahwa ada 14 Kabupaten yang kini berstatus zona merah. Namun, setidaknya ada 4 wilayah yang masuk prioritas penanganan, yaitu Kabupaten Kudus, Demak, Sragen, dan Kota Semarang.
Tetap di Rumah
Pasalnya, keempat wilayah tersebut dilaporkan memiliki laju penularan terbanyak di Jawa Tengah. Angkanya bahkan sudah menembus 600–700 orang per hari.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar daerah dengan status zona merah penyebaran Covid-19 untuk kembali menggiatkan gerakan di rumah saja. “Lebih banyak hari di rumah saja, karena kejadiannya sudah setahun lebih,” jelasnya.
Baca Juga: Covid-19 Varian Baru Menyerang Kudus, Ini Cerita Ganjar Memaksa Warga Diisolasi Terpusat
Terkait hal tersebut, sejumlah kepala daerah di Jawa Tengah pun segera mengambil kebijakan. Seperti yang dilakukan Yuni Sukowati, Bupati Kabupaten Sragen.
Yuni mengeluarkan Instruksi Bupati Sragen No. 360/286/038/2021 tentang PPKM pada kondisi zona merah penyebaran Covid-19. “Instruksi ini berlaku untuk semua wilayah, bukan lagi skala mikro di tingkat RT. Ini harus kita lakukan untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Berdasarkan hasil kajian epidemiologi, memang Sragen saat ini masuk di zona merah dengan resiko tinggi,” jelasnya.
Dalam instruksinya tersebut, Yuni juga melakukan pembatasan sejumlah kegiatan masyarakat seperti acara pernikahan yang dibatasi hanya boleh dihadiri oleh maksimal 10 orang.
“Pengetatan pembatasan ini akan berlaku selama dua pekan ke depan. Pembatasan serupa akan dilakukan sampai Kabupaten Sragen masuk ke zona kuning,” tambahnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Perjuangan 20 Tahun Rosidah Besarkan Usaha Gula Merah Berbuah Manis dengan Dukungan KUR BRI
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Polda Jateng Gelar Sertijab Terhadap 6 PJU dan 16 Jabatan Kapolres Jajaran, Ini Daftar Lengkapnya
-
Plt Bupati Sukoharjo Jalani Pemeriksaan KPK, Penyidikan Kasus Etik Suryani Bergulir
-
Bocah SD Boyolali Diakui NASA, Ahmad Luthfi Langsung Beri Laptop