SuaraJawaTengah.id - Bupati Banjarnegara Jawa Tengah, Budhi Sarwono selalu memberikan pernyataan kontroversi soal Pandemi Covid-19. Apakah sang bupati tidak percaya dengan virus ganas ini?
Pernyataan kontroversi Bupati Banjarnegara pun menjadi perbincangan publik. Dari membiarkan warganya menggelar hajatan hingga menyebut Covid-19 hanyalah akal-akalan rumah sakit meraup keuntungan.
Berikut pernyataan kontroversi Bupati Banjarnegara:
1. Menuding rumah sakit meraup keuntungan
Bupati Banjarnegara menuding Rumah Sakit menggunakan covid-19 utuk berbisnis. Hal itu disampaikan oleh Budhi dalam video yang berdurasi 3 menit 8 detik.
Budhi menyebut bahwa rumah sakit mempunyai kepentingan sendiri demi meraup untung dengan memanfaatkan situasi pandemi Covid-19.
"Nggak tahu lho kalau ini dikondisikan, nggak ngerti kalau punya kepentingan dikondisikan. Karena sekarang lumayan sih kalau karantina di rumah sakit lumayan klaimnya. Aku juga sudah mengerti," kata Budhi dalam video tersebut.
2. Mengaku ketemu sales Covid-19
Budhi Sarwono mengatakan bahwa dirinya sudah bertemu dengan sales atau penjual yang mencari orang sakit untuk di karantina. "Kemarin saya sudah ketemu sama salesnya, namanya Bejo yang mecari orang sakit untuk di pondokin ke Rumah Sakit," katanya.
Baca Juga: Pandemi Dikhawatirkan Tingkatkan Angka Stunting, Wagub DIY Ajak Buka Nurani Keluarga
Kemudian Budhi menyebut juga tentang honor yang akan diterima oleh sales jika berhasil membawa pasien untuk di karantina di rumah sakit. "Kalau di pondokin pakai mobil sendiri Rp200 ribu, kala diambil pakai ambulance rumah sakit honornya Rp100 ribu,"sambungnya.
Kemudian, dalam video tersebut Budhi mengajak untuk menyudahi bisnis jualan covid tersebut dan fokus melayani masyarakat. "Udahlah mari kita sadar, mari kita insaf, nggak usah cari yang macam macam. Bagaimana kita layani rakyat yang bagus gotong royong. Insyaalla kalau kita betul- betul menjalankan Pancasila, kuat Indonesia,"ujarnya.
3. Sebut biaya perawatan pasien covid mencapai 10 juta perhari
Bupati mengatakan bahwa biaya klaim perawatan pasien covid mencapai Rp10 juta perhari. "Yang saya ketahui sampai saat ini laporan dari dinas saya itu untuk biaya tiap hari Rp 6.250.000 mnimal, maksimal sampai Rp10 juta per hari," jelasnya.
4. Rumah Sakit berebut pasien Covid
Bahkan Budhi menganggap rumah sakit yang ada di Kabupaten Banjarnegara saling berebut pasien Covid. "Klaim rumah sakit di Kabupaten Banjarnegara kalau saya pantau agak berebut pasien COVID,"ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
Terkini
-
MA Batalkan Kenaikan Usia Pensiun hingga 65 Tahun, Buruh Minta Pencairan Hak Pekerja Dipastikan Aman
-
Beasiswa Pendidikan Bhimasena Power Indonesia 2026 Dukung Mahasiswa Kabupaten Batang
-
Genjot Produktivitas Pangan, Pemprov Jateng Alokasikan Rp65,5 M untuk Perbaikan Jaringan Irigasi
-
Hadirkan Beautiful Nightmare, Saloka at Night Gelar Pesta Piyama Halloween Berhadiah Menarik
-
Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan Usai Penggeledahan Ponpes, Polri Periksa Tiga Pejabat Lain