SuaraJawaTengah.id - Penerapan kebijakan PPKM Darurat selalu memunculan cerita di berbagai tempat. Termasuk di wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Kisah haru muncul dari seorang pedagang lumpia di Pasar Wage, Purwokerto bernama Nana atau lebih dikenal Bu Gendut yang terjaring razia petugas kepolisian, Kamis (15/6/2021) malam. Bahkan, sang penjual menangis haru saat lapaknya dirazia petugas Polres Banyumas.
Cerita itu bermula saat petugas menggelar operasi pada pedagang yang masih berjualan diatas pukul 20.00 WIB. Namun ada yang berbeda dalam operasi kali ini, pendekatan yang digunakan lebih humanis.
Sasaran yang dituju pun pedagang makanan seperti angkringan dan gorengan yang terpaksa berjualan melebihi ketentuan jam operasional dalan massa PPKM Darurat.
Sedikitnya ada lima pedagang makanan yang terkena razia tersebut di dalam wilayah kota Purwokerto. Namun bukannya mendapat hukuman, justru para pedagang ini diborong dagangannya.
Tujuannya agar setelah diborong, langsung tutup dan diharapkan kedepannya bisa mematuhi jam operasional.
Bu Gendut kemudian tak kuasa menahan tangis, karena kedatangan petugas kepolisian justru membawa berkah. Sambil membungkus seluruh dagangannya ia menceritakan kondisi setelah adanya aturan PPKM Darurat.
"Sepi sekali sekarang, apalagi setelah jalannya banyak yang ditutup di dalam kota. Biasanya dalam semalam bisa dapet sebelum pandemi dapat Rp 1 juta, sekarang ya merosot jauh," katanya dengan mata berlinang air mata kepada Suarajawatengah.id.
Ia mengaku pasrah saat petugas kepolisian mendatangi lapaknya. Pikirnya akan ada razia karena telah melebihi batas waktu ketentuan aturan PPKM Darurat.
Baca Juga: Salut! 2 Kepala Daerah di Jatim Ini Donasikan Gaji Buat Masyarakat Selama PPKM Darurat
Namun lain cerita, dagangannya malah diborong. Ia pun tak henti-hentinya mengucap terimakasih kepada petugas kepolisian karena disuruh menaati aturan dengan cara yang berbeda.
"Terimakasih sekali, saya minta doanya saja. Ini malah dikasih uang bisa untuk modal beli bahan baku lagi. Besok saya usahakan akan sesuai aturan. Tadinya kan bupati ngomong katanya aturan boleh berdagang sampai jam 21.00 WIB. Kalau dikasih panjang umur, besok saya akan menuruti aturan jam 20.00 WIB sudah tutup," terangnya.
Ia mengaku berdagang demi membiayai kuliah anaknya di Yogyakarta. Ia tidak memiliki pilihan selain berdagang, karena sudah belasan tahun ia mencari nafkah berjualan lumpia kuah di kompleks Pasar Wage.
"Ini malah dikasih lebih, harusnya tadi dagangan saya hanya Rp 145 ribu tapi dibayar Rp 400 ribu. Alhamdulillah sekali ini. Saya berjualan sendirian disini karena nyatanya saya butuh. Tapi jan tidak ada orang beli. Karena pada takut," ucapnya.
Lain halnya dengan Karif, pedagang angkringan di Jalan S Parman, Purwokerto Selatan. Ia mengaku kaget saat didatangi petugas kepolisian. Dikiranya akan ada razia jam malam. Tapi justru dagangannya diborong habis oleh petugas kepolisian.
"Kaget tadi, karena saya kira akan dirazia, tapi malah dagangan saya diborong sama polisi. Alhamdulillah sekali, saya biasa tutup jam 01.00 dinihari ini bisa tutup lebih cepat," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
BNPB Siapkan Amunisi Tambahan, Pesawat Modifikasi Cuaca Siap Serbu Langit Jateng
-
Tutorial Cara Menggunakan Aplikasi Cek Bansos Resmi Pemerintah
-
Kenapa Snaptik Populer sebagai TikTok Downloader? Ini Alasannya
-
Fakta-Fakta Miris Erfan Soltani: Demonstran Iran yang Divonis Hukuman Mati
-
Suzuki Fronx vs Honda WR-V: Ini 9 Perbandingan Lengkap yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli