SuaraJawaTengah.id - Nusakambangan mempunyai kesan yang menyeramkan. Menjadi penjara dan tempat eksekusi narapidana hukuman mati, pulau tersebut pastinya akan terdengar menakutkan.
Pulau Nusakambangan atau yang dikenal sebagai Pulau Bui atau Pulau Penjara ini memang memiliki kesan seram serta angkernya tersendiri bagi siapa saja yang mendengarnya.
Penjara Nusakambangan ini mendapatkan julukan Alcatraz ala Indonesia.
Pulau dengan beberapa lapas yang terdapat di dalamnya mulai dari lapas untuk teroris, pengedar narkoba, pencuri kelas kakap, dan yang lainnya. Di Pulau ini juga merupakan tempat terjadinya eksekusi mati bagi para narapidana yang kejahatannya tidak terampuni.
Jadi tidak heran jika Pulau Nusakambangan ini dijuluki sebagai Pulau Bui atau Pulau Penjara dengan kesan seram dan angker.
Namun ternyata, Pulau Nusakambangan ini sebenarnya memang sudah angker bahkan sebelum didirikannya lapas di sana.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara (Lokantara), Dr Purwadi MHum. Dulunya, pulau ini bernama Nusa Kambana.
Melansir dari Kagama.co, Purwadi mengungkapkan bahwa dalam pewayangan, Nusa Kambana ini digambarkan begitu wingit dan seram. Di dalam pulau itu juga terdapat Ibu Kota makhluk halus yang membawahi seluruh wilayah di Tanah Jawa dengan Bethari Durga yang bergelar Sang Hyang Pramoni lah yang menjadi penguasa di sana.
Bethari Durga mendiami istana Watu Masigid. Sebuah istana yang mewah dengan bahan serbaemas. Selain indah akan kemewahannya, istana ini juga terlihat istimewa dengan adanya sekar (bunga) Wijaya Kusuma yang tumbuh di sana. Bunga inilah yang sampai sekarang dijadikan sebagai simbol Kota Cilacap.
Baca Juga: 295 Napi di Nusakambangan Positif Covid-19
Lalu bagaimana ceritanya Pulau Nusakambangan ini bisa memiliki lapas dengan para tahanan kelas kakap di dalamnya dan akhirnya mendapat julukan sebagai Pulau Bui hingga saat ini?
Dilansir dari izystay.com, menurut sejarahnya, Nusakambangan dijuluki sebagai Pulau Penjara ini dimulai sejak masa penjajahan Belanda di Indonesia.
Diawali pada tahun 1739, Kapal VOC tersesat di Samudera Hindia dan terdampar di sebuah teluk yang berada di Pangandaran. Setelah mengitari pulau tersebut, Paulusz merasa Pulau Nusakambangan ini cocok untuk dibangun pelabuhan.
Kemudian, pada tahun 1836 VOC membangun sebuah Benteng yang diberi nama Benteng Karang Bolong. Benteng ini merupakan salah satu sistem pertahanan Nusakambangan dengan tujuan untuk memantau kedatangan dan ancaman dari pihak bajak laut.
Wabah Malaria
Namun karena adanya wabah malaria inilah, membuat pembangunan benteng tersebut tersendat dan menyerang 80 persen tenaga kerja yang terlibat dalam pembangunan benteng tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan
-
5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet