Dikarenakan wabah malaria ini, kemudian pembangunan benteng diputuskan untuk dikerjakan dengan tenaga narapidana. Untuk itu, dibangunlah penjara dari bambu di sekitar Benteng Karang Bolong dengan kapasitas hingga 300 narapidana.
Pada tahun 1908, Nusakambangan resmi ditetapkan sebagai Poelaoe Boei atau Pulau Bui oleh Pemerintah Hindia Belanda. Setelah penetapan itu, kemudian dibangunlah Penjara Permisan di sebelah selatan Pulau Nusakambangan.
Penjara dengan daya tampung hingga 700 orang. Tidak hanya sebagai tahanan di penjara, tenaga napi itu juga dimanfaatkan untuk pembukaan ladang karet di pulau ini.
Kemudian pada 1912, dibangunlah dua penjara sekaligus yaitu Penjara Karang Anyar dan Penjara Nirbaya yang masing-masing mampu menampung hingga 750 tahanan.
Selanjutnya pada 1924, dibangunlah Penjara Batu. Pada 1927, dibangun Penjara Besi dan dilanjutkan dengan pembangunan Penjara Gliger dan Penjara Karang Tengah pada 1928.
Kemudian, penjara yang terakhir dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda adalah Penjara Limus Buntu pada 1935.
Kini, Penjara Nusakambangan tidak hanya menjadi tempat mendekamnya para tahanan melainkan jadi tempat eksekusi mati narapidana kelas kakap.
Pelaku Bom Bali, Amrozi serta Mukhlas dieksekusi di sana. Begitu pula dengan gembong narkoba Kelompok Bali Nine yang berasal dari Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran juga dieksekusi di sana.
Penjara dengan tingkat keamanan yang tinggi ini menjadikan Penjara Nusakambangan menjadi “rumah” para tahanan dengan tingkat kejahatan yang tinggi pula.
Baca Juga: 295 Napi di Nusakambangan Positif Covid-19
Itulah sejarah dari Pulau Nusakambangan yang sering dikenal sebagai Pulau Penjara. Pulau dengan penjara berkeamanan tinggi di dalamnya menjadikan pulau ini memiliki kesan menyeramkan di benak masyarakat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman