"Makanya itu, saya ke desa hanya meminta uang untuk bensin saja. Saya tidak meminta uang untuk jasa. Ya meski orang kecil kan tetap harus saling bantu. Bukan hanya orang besar saja yang bisa memberikan bantuan. Tapi saya hanya bisa bantu semampu saya," ungkapnya.
Tiap selesai mengantarkan warganya test swab, ia selalu menyemprot cairan disinfektan yang didapat dari desa. Hal ini untuk memberikan rasa aman untuk dirinya dan warga lain yang akan menaiki ambulans dadakan.
"Setelah itu mau kotor atau tidak mobil pasti saya cuci sore hari. Jadi biar benar-benar bersih dari virus," katanya.
Saat ini, penghasilan utama Tarko dengan membantu istri berjualan jajanan pasar pada pagi hari. Setelah itu ia gunakan untuk menjala ikan di Sungai Banjaran hingga pukul 14.00 WIB siang. Dalam sehari ia bisa menjual ikan hasil tangkapannya dengan harga Rp 50 ribu.
Sementara itu, Kaur Perencanaan Desa Karangnangka, Krisna Mahardika menceritakan awal mula ide ambulans dadakan ini tercetus. Ia prihatin dengan kondisi penghasilan supir angkot pada saat pandemi seperti ini.
"Saya melihat angkot itu cuma muter dengan penumpang satu atau dua orang. Saya mencoba kemarin kalau misalnya ini sebagai alternatif kendaraan siaga. Kita beri pemahaman kepada masyarakat. Karena saat ini dana desa itu difokuskan untuk penanganan Covid-19," terangnya.
Menurutnya, pengadaan kendaraan mobil sebagai kendaraan operasional pasien Covid-19 nominalnya tidak sedikit. Oleh sebab itu, ide memanfaatkan angkot yang sudah tidak beroperasi ini tercetus.
"Ketika ada masyarakat yang notebene seorang supir angkot, mereka penghasilannya menurun. Makanya kalau misalkan dia dijadikan sebuah media sarana penunjang para penderita Covid-19, ini bisa menjadi tambahan penghasilan buat mereka. Karena jika sudah resmi dirapatkan nanti pemdes jatuhnya akan sewa, tapi supirnya sebagai relawan," lanjutnya.
Pihaknya juga memikirkan keselamatan supir. Oleh sebabnya, pemdes menyediakan APD agar kesehatan supir terjamin. Jadi tidak hanya sekadar mencari relawan saja. Karena kegiatan kemanusiaan ini beresiko tinggi.
Baca Juga: Ritual Memohon Pandemi Covid-19 Segera Berakhir di Bali
"Selama ini masyarakat sangat terbantu dengan adanya pak Tarko ini. Karena ia juga mengantar warga yang akan vaksin. Misal besok ada agenda vaksin di Puskesmas atau dimana, kita fasilitasi masyarakat yang tidak ada kendaraan untuk menaiki angkutan ini. Toh, angkutannya juga sehat. Jadi sambutannya positif," tandasnya.
Hingga saat ini ada 29 warga yang menjalani isolasi mandiri karena terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara jumlah warga yang meninggal dunia sejak awal ada dua pasien dengan penyakit penyerta. Hal inilah yang kemudian mencuri perhatian Gubernur Jawa Tengah, untuk berkunjung langsung ke desa setempat melihat penanganan Covid-19.
Kontributor : Anang Firmansyah
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi
-
Kendal Tornado FC Syukuri Raihan Empat Poin dari Dua Laga Tandang
-
Polresta Solo Ungkap 537 Gram Sabu, Dua Tersangka Ikut Dibekuk
-
Berkah Pameran di MTQ Nasional 2026, UMKM Jateng Raup Transaksi Tembus Rp2,4 Miliar
-
Sumur Minyak Rakyat Belum Jadi PAD, Blora Desak BPE Lebih Agresif Cari Investor