JK menambahkan kini dunia menantikan masa depan Afghanistan setelah Taliban berkuasa.
Dia lantas mengklaim Indonesia punya peran penting di Afghanistan dalam menjajaki perdamaian kemarin, sehingga pemerintah RI juga harus mendukung upaya damai sekarang saat Taliban memimpin Afghanistan, pasca penarikan tentara asing akhir bulan agustus ini.
“Saya harapkan Afghanistan terbuka dengan kerja sama dengan negara-negara lain yang tidak punya kepentingan politik, tetapi kerjasama perekonomian,” imbuhnya.
Dampak ngeri Taliban kuasai Afghanistan
Kelompok pemberontak Taliban hingga kini terus melancarkan serangan dan menguasai wilayah di Afghanistan. Setelah militer Pemerintah AS dan NATO memilih untuk meninggalkan wilayah tersebut, kini kota kedua terbesar di Afghanistan, Kandahar, sukses dikuasai Taliban.
Terkait hal ini, Guru Besar Hubungan Universitas Pelita Harapan (UPH) Aleksius Jemadu mengurai 3 dampak ngeri jika Taliban berhasil gulingkan Pemerintahan Afghanistan di bawah kendali Presiden Ashraf Ghani.
Menurut dia, pertama adalah soal kestabilan regional di kawasan itu. Mengapa, karena akan memaksa negara-negara sekitar untuk memilih siapa, apakah harus mendukung Pemerintahan Afghanistan di bawah Presiden Ashraf, atau justru mendukung Taliban.
“Jadi ini akan menimbulkan kestabilan regional. Selain itu, akan ada krisis kemanusiaan, bakal ada ribuan pengungsi terutama perempuan dan anak-anak yang akan menderita karena konflik ini,” kata dia dikutip Senin 16 Agustus 2021.
Aleksius Jemadu juga bisa menebak jika situasi di Afghanistan bakal chaos ke depan usai masuknya Taliban. Kekerasan bakal terjadi di mana-mana, terutama terhadap warga sipil. Dan ini tentu akan menimbulkan gelombang pengungsian luar biasa.
Baca Juga: Taliban Kembali Kuasai Afganistan, Jerman Kirim Pesawat Evakuasi Warganya
“Dampak ketiga, ini terkait penularan covid di tengah pandemi. Afghanistan bisa jadi epicentrum. Dan siapa yang mau mengobati kalau rakyatnya sudah panik, dan Pemerintahannya meninggalkan Afghanistan?” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
BRI Permudah Investasi Emas, Fitur Toggle BRImo Mulai dari Rp10.000
-
Ketegangan di Semarang: Mahasiswa Bakar Jelangkung dan Ban, Desak Reformasi Pemerintahan Prabowo
-
Jambore HR 2026, Mengedepankan Fun Learning melalui Experience Based Program
-
Jual-Beli Jabatan Terbongkar, Sudewo Didakwa Raup Rp2,4 Miliar dari Seleksi Perangkat Desa
-
Mahasiswa KKN UNDIP Tanamkan Kreativitas, Literasi Digital, dan Peduli Lingkungan di SDN Padangsari