- Mahasiswa KKN Undip melaksanakan program edukasi bagi siswa SDN Padangsari, Semarang, untuk membentuk karakter kreatif dan inovatif.
- Kegiatan mencakup pelatihan rangkaian listrik sederhana, penyuluhan kesehatan gigi, serta edukasi mengenai penggunaan perangkat digital yang bijak.
- Siswa menerima materi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan perairan untuk menanamkan kesadaran sejak usia dini bagi anak.
SuaraJawaTengah.id - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, melaksanakan Program Multidisiplin bertajuk “Generasi Padangsari Unggul: Stimulasi Karakter Kreatif dan Inovatif pada Siswa Sekolah Dasar”. Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter siswa yang kreatif, inovatif, sehat, dan peduli lingkungan melalui berbagai program edukatif yang dikemas secara interaktif.
Kegiatan yang dilaksanakan di SDN Padangsari tersebut melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu yang berkolaborasi menghadirkan pembelajaran di luar kelas dengan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh siswa.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian siswa adalah praktik perakitan rangkaian lampu sederhana. Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada konsep dasar kelistrikan melalui praktik langsung menggunakan baterai, kabel, lampu, dan saklar. Selain menambah wawasan sains dan teknologi, kegiatan ini juga melatih kreativitas, kemampuan berpikir logis, serta keterampilan motorik siswa.
Tidak hanya itu, mahasiswa KKN UNDIP juga mengadakan program “Misi Gigi Bersih” yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi cara menyikat gigi yang benar, hingga pembagian sikat gigi dan pasta gigi kepada siswa.
Di tengah meningkatnya penggunaan gadget pada anak-anak, mahasiswa turut menghadirkan edukasi literasi digital melalui program “Gadget Smart Card Game: Aku Tahu Mana yang Benar!”. Melalui permainan kartu edukatif, siswa diajak mengenali perilaku bijak dan tidak bijak dalam penggunaan gadget serta memahami pentingnya membatasi waktu layar agar tidak mengganggu kesehatan maupun aktivitas belajar.
Selain pengembangan kreativitas dan literasi digital, siswa juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air dan lingkungan perairan sekitar. Melalui presentasi interaktif, gambar ilustratif, dan kuis edukatif, siswa diperkenalkan pada dampak membuang sampah sembarangan terhadap sungai, selokan, dan ekosistem perairan.
Mahasiswa KKN UNDIP menjelaskan bahwa edukasi lingkungan perlu diberikan sejak usia dini agar anak-anak memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya.
"Anak-anak merupakan agen perubahan di masa depan. Melalui edukasi yang sederhana dan menyenangkan, kami berharap mereka dapat membiasakan perilaku positif seperti membuang sampah pada tempatnya, menggunakan gadget secara bijak, serta terus mengembangkan kreativitas dan rasa ingin tahu," ujar salah satu mahasiswa KKN UNDIP.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti sesi praktik, menjawab pertanyaan dalam kuis, hingga berpartisipasi dalam berbagai permainan edukatif yang disiapkan oleh mahasiswa.
Baca Juga: Kronologi Aksi curang peserta UTBK di Undip, Ketahuan Metal Detector!
Melalui Program Multidisiplin ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter positif pada siswa sejak dini. Kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah diharapkan mampu mendukung terwujudnya generasi muda Padangsari yang unggul, kreatif, inovatif, serta siap menghadapi tantangan di masa depan.
Berita Terkait
-
UNDIP Global Classroom Bahas Transformasi Budaya Newsroom di Era Digital
-
Bekali Generasi Muda, FISIP UNDIP Gelar Pelatihan Jurnalistik di SMAN 1 Semarang
-
Fakta Baru Kecurangan UTBK di Undip, Polisi Sebut Peserta Diduga Jadi Korban Penipuan
-
Peserta UTBK Undip Berdalih Tak Paham Alat Dengar di Telinga, Polisi Beri Pembinaan
-
3 Fakta Aksi Curang UTBK di Undip: Tanam Logam di Telinga Berakhir di Kantor Polisi
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sudewo Didakwa Terima Rp3,8 Miliar dari Proyek Kereta, Jalan hingga Keris Masuk Gratifikasi
-
BRI Jadi Mitra Perbankan Tepercaya untuk Beragam Kebutuhan Finansial
-
Sidang Perdana Korupsi Sudewo Digelar Hari Ini, Ratusan Pendukung Kepung Pengadilan Tipikor
-
Jembatan Serayu Bakal Ditutup, Wakil Ketua DPRD Jateng Ingatkan Pentingnya Sosialisasi
-
Gagal Merantau, Pemuda di Pati Diduga Tega Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri