- Mahasiswa KKN Undip melaksanakan program edukasi bagi siswa SDN Padangsari, Semarang, untuk membentuk karakter kreatif dan inovatif.
- Kegiatan mencakup pelatihan rangkaian listrik sederhana, penyuluhan kesehatan gigi, serta edukasi mengenai penggunaan perangkat digital yang bijak.
- Siswa menerima materi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan perairan untuk menanamkan kesadaran sejak usia dini bagi anak.
SuaraJawaTengah.id - KKN Tematik TIM-135 UNDIP Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, melaksanakan Program Multidisiplin bertajuk “Generasi Padangsari Unggul: Stimulasi Karakter Kreatif dan Inovatif pada Siswa Sekolah Dasar”. Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter siswa yang kreatif, inovatif, sehat, dan peduli lingkungan melalui berbagai program edukatif yang dikemas secara interaktif.
Kegiatan yang dilaksanakan di SDN Padangsari tersebut melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu yang berkolaborasi menghadirkan pembelajaran di luar kelas dengan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh siswa.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian siswa adalah praktik perakitan rangkaian lampu sederhana. Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada konsep dasar kelistrikan melalui praktik langsung menggunakan baterai, kabel, lampu, dan saklar. Selain menambah wawasan sains dan teknologi, kegiatan ini juga melatih kreativitas, kemampuan berpikir logis, serta keterampilan motorik siswa.
Tidak hanya itu, mahasiswa KKN UNDIP juga mengadakan program “Misi Gigi Bersih” yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi cara menyikat gigi yang benar, hingga pembagian sikat gigi dan pasta gigi kepada siswa.
Di tengah meningkatnya penggunaan gadget pada anak-anak, mahasiswa turut menghadirkan edukasi literasi digital melalui program “Gadget Smart Card Game: Aku Tahu Mana yang Benar!”. Melalui permainan kartu edukatif, siswa diajak mengenali perilaku bijak dan tidak bijak dalam penggunaan gadget serta memahami pentingnya membatasi waktu layar agar tidak mengganggu kesehatan maupun aktivitas belajar.
Selain pengembangan kreativitas dan literasi digital, siswa juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air dan lingkungan perairan sekitar. Melalui presentasi interaktif, gambar ilustratif, dan kuis edukatif, siswa diperkenalkan pada dampak membuang sampah sembarangan terhadap sungai, selokan, dan ekosistem perairan.
Mahasiswa KKN UNDIP menjelaskan bahwa edukasi lingkungan perlu diberikan sejak usia dini agar anak-anak memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya.
"Anak-anak merupakan agen perubahan di masa depan. Melalui edukasi yang sederhana dan menyenangkan, kami berharap mereka dapat membiasakan perilaku positif seperti membuang sampah pada tempatnya, menggunakan gadget secara bijak, serta terus mengembangkan kreativitas dan rasa ingin tahu," ujar salah satu mahasiswa KKN UNDIP.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti sesi praktik, menjawab pertanyaan dalam kuis, hingga berpartisipasi dalam berbagai permainan edukatif yang disiapkan oleh mahasiswa.
Baca Juga: Kronologi Aksi curang peserta UTBK di Undip, Ketahuan Metal Detector!
Melalui Program Multidisiplin ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter positif pada siswa sejak dini. Kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah diharapkan mampu mendukung terwujudnya generasi muda Padangsari yang unggul, kreatif, inovatif, serta siap menghadapi tantangan di masa depan.
Berita Terkait
-
UNDIP Global Classroom Bahas Transformasi Budaya Newsroom di Era Digital
-
Bekali Generasi Muda, FISIP UNDIP Gelar Pelatihan Jurnalistik di SMAN 1 Semarang
-
Fakta Baru Kecurangan UTBK di Undip, Polisi Sebut Peserta Diduga Jadi Korban Penipuan
-
Peserta UTBK Undip Berdalih Tak Paham Alat Dengar di Telinga, Polisi Beri Pembinaan
-
3 Fakta Aksi Curang UTBK di Undip: Tanam Logam di Telinga Berakhir di Kantor Polisi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Perang terhadap Narkoba di Solo Makin Gencar, 3,5 Kg Sabu Dimusnahkan
-
Jadikan Semarang Markas Love Scamming, 4 WNA Asal Tiongkok Akhirnya Dideportasi
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya
-
Dinkes Semarang Temukan Dugaan Pelanggaran SOP MBG, Penyebab Keracunan 707 Siswa Masih Diteliti
-
Hoaks atau Fakta? Polisi Klarifikasi Isu Pagar Tinggi di Mal-Mal Solo