SuaraJawaTengah.id - Cukai hasil tembakau atau rokok pada 2022 direncanakan akan dinaikan oleh pemerintah. Hal itu tentu saja dikhawatirkan para petani.
Para petani tembakau mengkhawatirkan akan mempengaruhi turunnya harga pembelian tembakau pada panen raya tahun ini.
Ketua DPC Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Temanggung, Siyamin mengatakan, rencana kenaikan cukai hasil tembakau di tahun 2022 menjadi momok bagi petani tembakau dan cengkih, karena kenaikan cukai tersebut tidak akan berdampak pada kesejahteraan petani.
Ia menyayangkan setiap kali memasuki panen raya tembakau pemerintah selalu menghembuskan rencana kenaikan cukai hasil tembakau, hal ini sangat berdampak pada harga jual tembakau saat panen raya.
"Di tahun-tahun sebelumnya juga seperti itu, saat petani sedang semangat panen raya, pemerintah menghembuskan rencana kenaikan cukai, saat itu dampaknya langsung dirasakan oleh petani, harga jual tembakau langsung turun," kata Siyamin dikutip dari ANTARA di Temanggung, Rabu (18/8/2021).
Ia berharap pemerintah tidak lagi menaikkan cukai rokok pada 2022, karena kenaikan tarif cukai pada 2021 saja sudah menyulitkan kondisi petani.
"Cukuplah kami petani tembakau dihadapkan pada tantangan iklim dan cuaca. Rencana kenaikan cukai oleh pemerintah hanya akan menambah beban petani. Mohon pemerintah jangan lagi menaikkan cukai, bantu kami agar jerih payah petani dihargai," katanya.
Lebih berat lagi, katanya rencana kenaikan tarif cukai ini bisa menurunkan permintaan tembakau dan cengkih oleh pabrik rokok. Dampak dari rencana kenaikan cukai rokok ini juga akan dirasakan sektor lain.
"Di pabrik rokok akan berdampak pada pengurangan jam kerja dan upah buruh.Pabrik rokok pada akhirnya akan mencari tembakau dan cengkih dengan harga semurah-murahnya," katanya.
Baca Juga: Pemerintah Diminta Lindungi Industri Hasil Tembakau yang Mulai Tertekan
Ia berharap agar pada masa panen tembakau kali ini ada sinergitas antarsemua komponen dan yang paling penting ada budaya saling menghormati.
Menurut dia pihak pabrik harus bisa memetakan berapa luasan lahan pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung dengan hasil yang didapat sehingga kualitas tembakau Temanggung tetap bisa dipertahankan dan petani bisa mendapatkan untung sesuai dengan nilai tukar pertanian.
"Kami berharap ada saling pengertian antara petani, pengrajang, pedagang, dan pabrikan. Mari bekerja sama saling menghormati dan mong tinemong agar semua bisa bekerja dengan baik dan mendapatkan keuntungan di panen raya tembakau tahun ini," katanya.
Sementara itu, memasuki awal panen tembakau di Kabupaten Temanggung 2021, harga tembakau di tingkat petani berkisar Rp40.000 hingga Rp60.000 per kilogram.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Wujud Syukur 12 Tahun Perjalanan Perusahaan, Semen Gresik Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim
-
Darurat Kecelakaan Kerja di Jawa Tengah: Wagub Taj Yasin Desak Perusahaan Genjot Budaya K3!
-
Jawa Tengah Siaga! BMKG Peringatkan Banjir dan Longsor Mengancam Hingga Februari 2026
-
Ini Ciri-ciri Aplikasi Penghasil Uang yang Aman dan Terpercaya
-
Avanza Kalah Telak! Inilah Mobil Seumur Hidup Pilihan Terbaik di Bawah 200 Juta