SuaraJawaTengah.id - Akademi TNI memasang lambang Tentara Nasional Indonesia di muka kantor Wali Kota Magelang di Jalan Sarwo Edhie Wibowo. Hal itu buntut dari sengketa pemanfaatan lahan eks Markas Komando Akademi ABRI (Akabri) yang diklaim menjadi aset AKMIL.
Pihak AKMIL mengklaim lahan dan gedung yang saat ini digunakan sebagai kantor Wali Kota Magelang adalah aset TNI. Di sisi lain, Pemkot Magelang juga memiliki bukti serah terima bangunan eks Mako Akabri itu untuk digunakan sebagai kantor pemerintahan.
Sekretaris Daerah Kota Magelang, Joko Budiyono berharap polemik pemanfaatan lahan ini bisa diselesaikan sebaik-baiknya. “Kalau Akademi TNI memasang logo ya monggo. Biar masyarakat yang menilai. Kita kan sesama aparatur negara, melayani masyarakat,” kata Joko, Rabu (25/8/2021).
Deputi Bidkor Hukum dan HAM Kemenko Polhukam pada 18 Agustus 2021, memfasilitasi pembahasan masalah ini bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Magelang, BPN Jawa Tengah, Akademi Militer, Kementarian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan, serta Kementerian Keuangan RI.
Menurut Joko, Pemkot Magelang tidak begitu saja menempati aset lahan ini. Salah satu bukti pelimpahan lahan kepada Pemkot Magelang adalah Surat Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Tengah Nomor 011/03427 tertanggal 4 Februari 1985.
Selain itu ada surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani Wali Kotamadya Kepala Daerah Tingkat II Magelang periode 1979-1989, Brigjen TNI (Purn) Drs H. A Bagus Panuntun tentang perintah Menteri Dalam Negeri, Letjen TNI (Purn) Soepardjo Rustam untuk menggunakan gedung Mako Akabri sebagai kantor Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Magelang.
Dalam surat bertanggal 12 Agustus 2012 itu, Bagus Panuntun menjelaskan bahwa pada awal tahun 1985 mendapat perintah dari Menteri Pertahanan Keamanan RI Jenderal TNI (Purn) Soesilo Soedarman untuk menggunakan gedung eks Mako Akabri.
Penyerahan gedung dari Markas Besar ABRI kepada Departemen Dalam Negeri dilaksanakan 14 Januari 1985. Sedangkan penggunaannya untuk kantor Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Magelang pada 1 April 1985.
“Disamping itu, prasasti-prasasti yang di sini menunjukkan ada penyerahan aset tanah dan bangunan Pemkot Magelang,” kata Sekretaris Daerah Kota Magelang, Joko Budiyono.
Baca Juga: Gelar Serbuan 10.000 Vaksinasi, TNI AU Kerahkan 17 Armada Jemput Warga
Pemasangan lambang TNI tidak mengganggu pelayanan masyarakat di kantor Wali Kota Magelang. Joko Budiyono meminta pegawai tetap tenang bekerja dan tidak terpengaruh polemik tersebut.
“Tetap bekerja seperti biasa. Kerjakan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Tetap berikan pelayanan masyarakat sebaik-baiknya.”
Sejumlah OPD dan instansi di lingkungan kompleks kantor Wali Kota beroperasi seperti biasa. Termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang yang terus menjalankan tugas penanganan Covid-19.
Menurut Joko, Pemerintah Kota Magelang saat ini fokus pada penanganan Covid-19. Terlebih Kota Magelang masih menjalankan Instruksi Menteri Dalam Negeri untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.
“Kita sedang fokus pada penanganan Covid-19, pemulihan ekonomi, dan percepatan vaksinasi. Termasuk sosialisasi protokol kesehatan (prokes) kepada masyarakat agar Kota Magelang turun level,” kata Joko.
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya
-
Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026
-
Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan
-
5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha