SuaraJawaTengah.id - Belakangan ini hukum agama Islam soal mendengarkan musik kembali mencuat. Hal ini terlepas dari pernyataan mantan personil Noah Muhammad Kautsar Hikmat yang menyebut mendengarkan musik itu hukumnya haram atau sebagai sumber maksiat.
Tak hanya itu, pria yang akrab disapa Uki eks Noah ini juga secara terang-terangan mengatakan bahwa musik sebagai pintu maksiat yang harus dihindari. Sehingga pernyataan Uki tersebut menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.
Padahal jika kita mengingat kembali ke masa lampau. Salah satu cara para Walisongo terdahulu saat menyebarkan agama Islam yakni lewat kesenian. Setidaknya ada tiga Walisongo yakni Sunan Kalijaga, Sunan Muria, dan Sunan Bonang yang berdakwah melalui kesenian dan budaya.
Terutama Sunan Kalijaga juga sampai menciptakan tembang-tembang untuk menarik perhatian masyarakat agar memeluk agama Islam. Adapun tembang karya Sunan Kalijaga yang paling terkenal hingga acapkali masih didengarkan sampai detik ini yaitu tembang Lir Ilir.
Lantas bagaimana seharusnya umat muslim menyikapi persoalan musik tersebut. Dikutip dari video di channel youtube Isyrofana Rizqiani, simak penjelasan mengenai musik dari Habib Luthfi bin Ali bin Yahya.
Ulama kharismatik satu ini memang dikenal sebagai pendakwah kondang yang menggunakan musik sebagai media dakwahnya. Hal itu diketahui lewat lantunan sholawat yang diiringi dengan tabuhan rebana.
Ketika disinggung mengenai persoalan haram atau halal memainkan musik. Habib Lutfi dalam ceramahnya pernah mengatakan tidak melarang. Selagi tujuan memainkan musik untuk kegiatan positif.
Meski demikian, Habib Lutfi juga tetap mengingatkan bahwa mendengarkan maupun memainkan alat musik ada batas-batasan supaya tidak terjatuh ke lubang maksiat.
"Contohnya kita asyik main rebana di sebuah mejelis. Main alat musik (rebana) tidak jadi masalah. Tapi waktu kita rebana mendengar azan atau sudah masuk waktu salat. Kita masih asyik, ini yang tidak baik," jelasnya.
Baca Juga: Musik Racun dan Haram, Uki Eks NOAH: Dengar Musik Hilangkan Ayat Al Quran, Bikin Frustasi
Kemudian Habib Lutfi mengakui memang ada pendapat para ulama yang mengharamkan soal mendengarkan maupun memainkan alat musik. Namun dirinya mewanti-wanti kepada para pendakwah agar tidak sembarang untuk menerjemahkan persoalan hukum musik tersebut.
"Bilamana kita kurang tepat menerangkan soal musik akan menimbulkan kesalahpahaman. Bahkan mundurnya seniman-seniman kita yang berdakwah menggunakan jalur kesenian, musik, dan sebagainya," jelas Habib Luthfi.
Ulama asal Pekalongan ini berharap pada generasi muda untuk terus maju berkreasi dibidang kesenian. Tanpa melupakan kewajibannya sebagai seorang muslim.
"Kami tidak mengharapkan generasi muda ke depan mundur dibidang seni. Intinya jangan sampai ketika kita memilih terjun ke dunia seni. Kita sampai lupa pada kewajiban kita beribadah kepada Allah SWT dan Rasulullah," pungkasnya.
Kontributor : Fitroh Nurikhsan
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
-
Tim Gabungan Sita 2.188 Batang Rokok Ilegal di Wonosobo
-
Misi Promosi Liga 1 Dimulai! Kendal Tornado FC Bidik 3 Poin di Surabaya