SuaraJawaTengah.id - Sejumlah siswa tingkat SD dan SMP di Kabupaten Kudus, antusias mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka setelah selama masa pandemi hanya mengikuti kegiatan belajar mengajar secara daring, Jumat (27/8/2021).
Muhammad Dafa, siswa Kelas VI SD 1 Jepang Kudus, mengakui sudah tidak sabar untuk mengikuti pembelajaran tatap muka, karena mengikuti pembelajaran secara daring sudah mulai bosan.
"Saya juga merasa kesulitan ketika semua mata pelajaran digelar secara daring, karena ada beberapa mata pelajaran yang tidak mudah dipahami ketika harus disampaikan secara daring," ujarnya.
Ia mengatakan dirinya lebih suka, digelar secara tatap muka, sehingga ketika ada kesulitan bisa langsung disampaikan kepada guru. Sedangkan melalui daring tidak mudah menyampaikan kesulitan tersebut.
Pernyataan serupa juga disampaikan Febrina Anggaraini siswa kelas V SD mengakui lebih senang mengikuti pembelajaran tatap muka, meskipun harus memakai masker dan alat pelindung wajah atau face shield karena bisa bertemu dengan banyak teman dan bisa bertanya langsung terhadap guru ketika tidak paham dengan mata pelajaran yang diajarkan.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus Harjuna Widada mengungkapkan sekolah yang ditunjuk menggelar simulasi pembelajaran tatap muka ada tiga, yakni SD 1 Jepang, SMP 4 Negeri Kudus dan SMP 2 Mejobo.
Setelah tiga sekolah memulai simulasi, selanjutnya pekan depan semua sekolah di Kudus bisa menggelar simulasi dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat, mulai dari mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.
Bupati Kudus Hartopo saat mengunjungi tiga sekolah yang menggelar simulasi pembelajaran tatap muka meminta siswa jangan bosan memakai masker serta alat pelindung wajah atau face shield karena demi menjaga diri dan lingkungan agar tidak mudah terpapar virus corona.
"Ketika pulang dari sekolah, jangan mampir-mampir harus langsung pulang ke rumah," ujarnya berpesan.
Baca Juga: Satgas Covid-19: 261.041 Sekolah Sudah Buka untuk Belajar Tatap Muka Terbatas
Ia juga mengingatkan semua kepala sekolah untuk menyiapkan Satgas Covid-19 yang bertugas di pintu gerbang serta yang bertugas mengawasi kepatuhan siswa terhadap protokol kesehatan.
Jika sampai terjadi kasus Covid-19 dan jumlahnya banyak, dia menegaskan, tidak segan untuk melarang pembelajaran tatap muka dan kembali pembelajaran secara daring.
Sumber: ANTARA
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
Terkini
-
Terancam Produk Impor, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Hasil Panen
-
Oktober Berpotensi Jadi Puncak Panas Jateng, BMKG Wanti-wanti Dehidrasi dan Kebakaran
-
Usai Dapat Arahan BPK, KAI Siapkan Pengembalian Eks Stasiun Banjarnegara
-
Jateng Punya 4,8 Juta UMKM, Wakil Ketua DPRD: Jangan Cuma Banyak, Tapi Harus Naik Kelas!
-
Tiga Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 Jalani Tes DNA di Solo, Menanti Kepastian Identitas