SuaraJawaTengah.id - Warga Dusun Kendal, Desa Jatipuro, Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menyelenggarakan upacara adat sebaran apam atau Wahyu Kliyu pada, Selasa (24/8/2021), malam lalu. Acara ini diselenggarakan di tengah penerapan PPKM level 4 dan dihadiri pula oleh bupati setempat.
Upacara adat Wahyu Kliyu rutin diselenggarakan setiap 15 bulan Suro atau 15 Muharam dalam kalender Islam.
Wahyu Kliyu merupakan kegiatan turun temurun untuk mengharapkan berkah, menyampaikan syukur atas rezeki, dan permohonan keselamatan. Upacara tahun ini diselenggarakan di tengah pandemi dan warga mengharapkan pandemi segera berlalu.
“Riwayatnya memang [upacara adat Wahyu Kliyu] untuk menyingkirkan pagebluk. Saat ini kan ada pandemi Covid-19. Tujuan utama malah itu. Masyarakat takut kalau tidak diadakan malah nanti berdampak pada imunitas menurun dan sakit,” tutur Kepala Desa Jatipuro sekaligus sesepuh Dusun Kendal, Rakino.
Penyelenggarakan upacara adat dilakukan secara gotong royong. Setiap keluarga di Dusun Kendal wajib membuat 344 butir apam. Ribuan kue apam akan didoakan pemuka adat di rumah tetua di Dusun Kendal. Apam yang telah didoakan kemudian dilemparkan ke wadah berukuran besar sembari mengucapkan “wahyu kliyu.” Pada akhir acara, apam dibawa pulang untuk disantap, disimpan, dan dibagikan kepada kerabat di luar dusun.
Wadah apam harus bersih atau baru. Saat membawanya, tidak boleh dijinjing, tetapi disunggi atau diletakkan di bahu. Setiap warga yang sehat wajib menghadiri puncak acara Wahyu Kliyu.
Rakino menjelaskan sudah berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan sebelum penyelenggaraan upacara adat.
“Sudah izin. Dari satgas kan yang baku harus menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat taat, semua mengenakan masker saat melaksanakan kegiatan. Kami juga mengatur warga saat prosesi penyebaran apam,” kata Rakino dalam laporan Solopos.
Untuk mencegah pelanggaran protokol kesehatan, warga diminta menyebarkan apam secara bergiliran. Dimulai dari warga yang tinggal di rukun tetangga ganjil, kemudian disusul warga dari RT genap.
Baca Juga: Nama Istri Bupati Karanganyar Tertera di Amplop Bansos PPKM Darurat, Cek Faktanya!
Bupati Karanganyar Juliyatmono mengambil alih tanggungjawab pelaksanaan upacara adat di Dusun Kendal.
“Semua taat mengenakan masker, tetapi untuk kerumunan sulit. Tapi kan tak pantau [Selasa] malam itu. Saya juga mengonfirmasi ke Jatipuro soal kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di lokasi itu. Ada satu kasus, tetapi jauh dari lokasi itu. Enggak apa-apa saya pertanggungjawabkan,” kata Juliyatmono.
Dia menghadiri acara tersebut karena mengemban misi mengedukasi masyarakat perihal pandemi Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan. Selain itu, dia datang untuk menyerahkan sertifikat penetapan Wahyu Kliyu sebagai Warisan Budaya Tak Benda tingkat nasional.
“Saya hadir dalam rangka mengedukasi. Kalau saya tidak datang justru tidak ada edukasi. Sambil menyerahkan piagam,” katanya.
Menurut dia banyak manfaat yang dipetik dari kegiatan tersebut. Beberapa di antara kesadaran kolektif untuk gotong royong, menumbuhkan semangat spiritual, dan ekonomi tumbuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
10 Fakta Polemik Salat Id di Kedungwinong: Dibatalkan Mendadak hingga Berujung Permintaan Maaf Kades
-
Melawan Petugas Saat Razia Petasan, 4 Pemuda di Kudus Diamankan Polisi
-
Jateng Diserbu 1,3 Juta Kendaraan Pemudik, Ahmad Luthfi: Sentralnya Mudik Ya di Sini!
-
Benteng Pendem Cilacap: Saksi Bisu Dua Penjajah dan Destinasi Wisata Sejarah Saat Lebaran
-
Bosan Mudik Begitu Saja? Intip 5 Destinasi Wonosobo yang Siap Manjakan Mata Usai Lebaran