- Bupati Pati Sudewo ditangkap KPK melalui OTT pada Senin (19/1/2026), setelah serangkaian kontroversi sebelumnya.
- Kebijakan kontroversial utamanya termasuk kenaikan PBB-P2 250% dan pernyataan arogan saat demonstrasi.
- DPRD Pati sempat menginisiasi hak angket menyelidiki puluhan kebijakan bermasalah, namun upaya pemakzulan gagal.
SuaraJawaTengah.id - Nama Bupati Pati Sudewo kembali menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkapnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (19/1/2026). Namun, jauh sebelum itu, berbagai kontroversi sepanjang masa jabatannya sempat mengundang kritik tajam dari masyarakat dan DPRD setempat.
Berikut rangkuman 7 kontroversi yang sempat “menyakiti” publik Pati sebelum OTT KPK:
1. Kenaikan Pajak PBB-P2 Hingga 250% yang Memicu Gelombang Protes
Salah satu kebijakan paling kontroversial adalah keputusan menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250% — kenaikan yang tidak terjadi selama lebih dari satu dekade. Kebijakan ini memicu protes luas dari warga, bahkan disebut “mencekik ekonomi rakyat”.
2. Pernyataan yang Dianggap Arogan Terhadap Warga yang Demo
Saat demo besar, Sudewo pernah disorot karena gaya komunikasinya kepada warga yang protes. Ungkapan yang dianggap arogan justru memperburuk suasana dan membuat kemarahan publik makin meluas.
3. Demonstrasi Besar Warga Hingga Puluhan Ribu Orang
Gelombang protes itu memuncak pada aksi puluhan ribu warga turun ke jalan, menuntut perubahan kebijakan dan bahkan pengunduran diri bupati, yang menjadi salah satu demonstrasi terbesar dalam sejarah lokal Pati.
4. Upaya Pemakzulan yang Gagal di DPRD
Baca Juga: Bupati Pati Sudewo Diciduk KPK! Operasi Senyap di Jawa Tengah Seret Orang Nomor Satu
DPRD Kabupaten Pati sempat membentuk Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket untuk menyelidiki berbagai kebijakan kontroversial tersebut, termasuk potensi pelanggaran sumpah jabatan. Namun upaya memakzulkan Sudewo pada akhir 2025 gagal, setelah sebagian besar fraksi menolak pemakzulan meskipun ada desakan publik.
5. Pansus DPRD Soroti Puluhan Kebijakan Bermasalah
Pansus Hak Angket DPRD bahkan mencatat sampai 12 kebijakan yang jadi sorotan publik — termasuk soal mutasi ASN, rotasi jabatan yang dinilai tidak jelas, hingga keputusan yang berujung polemik besar.
6. Pemutusan Hubungan Kerja Pegawai RSUD Tanpa Pesangon
Beberapa kebijakan internal, seperti pemecatan besar-besaran pegawai honorer RSUD tanpa pesangon layak, juga memperburuk citra kepemimpinan Sudewo di mata publik.
7. Dugaan Keterlibatan dalam Proyek Bernilai Miliaran
Tag
Berita Terkait
-
Bupati Pati Sudewo Diciduk KPK! Operasi Senyap di Jawa Tengah Seret Orang Nomor Satu
-
Soal Kasus Korupsi DJKA, Bupati Pati Sudewo Datang Penuhi Panggilan KPK
-
Geruduk Kantor Pos, Ratusan Warga Pati Kirim Surat Minta KPK Tetapkan Bupati Sudewo Tersangka
-
Bola Panas Korupsi DJKA: Ribuan Warga Pati 'Surati' KPK, Desak Bupati Sudewo Jadi Tersangka
-
Jateng Raih Skor Integritas Tertinggi, Sekda Malah Minta Gaspol Penyuluhan Antikorupsi, Ada Apa?
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Waspada! BMKG Beri Peringatan Dini Cuaca di Semarang, Potensi Hujan Lebat Disertai Petir
-
5 Fakta Mengejutkan Dibalik Video Viral Pengejaran Begal Payudara di Pati
-
BRI Semarang Tebar Berkah Ramadan, Berbagi Makanan Berbuka untuk Pengendara
-
BRI KPR Berikan Kemudahan Akses Pembiayaan untuk Wujudkan Rumah Impian
-
Jateng Bakal Diserbu 17 Juta Pemudik, Gubernur Luthfi Gerak Cepat Amankan Stok Pangan