- KPK melakukan OTT pada Senin (19/1/2026) di Pati, Jawa Tengah, mengamankan Bupati dan pejabat desa.
- Fokus utama OTT adalah pendalaman dugaan praktik transaksional jual beli jabatan di tingkat perangkat desa.
- Pemeriksaan awal setelah penangkapan dilakukan KPK di Polres Kudus dalam rentang waktu 1x24 jam.
SuaraJawaTengah.id - Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Senin (19/1/2026), membuat publik tersentak. Bukan semata karena melibatkan kepala daerah, tetapi karena kasus ini dianggap sebagai jawaban atas isu lama yang hanya beredar sebagai bisik-bisik di tengah warga.
Berikut 6 fakta penting yang menjelaskan bagaimana rumor publik mengenai dugaan jual beli jabatan akhirnya berujung pada penindakan hukum.
1. OTT KPK Mengamankan Bupati dan Sejumlah Pejabat
Dalam operasi senyap tersebut, KPK mengamankan Bupati Pati Sudewo bersama sejumlah pejabat lain, termasuk unsur kecamatan dan perangkat desa. Mereka langsung menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami dugaan tindak pidana korupsi.
OTT ini menjadi perhatian nasional karena menempatkan kepala daerah aktif dalam pusaran kasus yang sensitif bagi tata kelola pemerintahan desa.
2. Dugaan Jual Beli Jabatan Jadi Fokus Utama
Dari informasi awal yang berkembang, KPK mendalami dugaan praktik transaksional dalam pengisian jabatan, khususnya di tingkat perangkat desa. Jabatan diduga tidak semata ditentukan oleh kompetensi, melainkan oleh faktor non-prosedural.
Isu ini sejalan dengan keluhan lama yang kerap terdengar di kalangan warga dan aparatur desa.
3. Rumor Lama yang Beredar di Tengah Warga
Baca Juga: 7 Kontroversi Bupati Pati Sudewo Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Picu Amarah Warga
Jauh sebelum OTT, isu jual beli jabatan di Pati kerap menjadi obrolan informal warga, aktivis lokal, hingga aparatur desa. Namun selama ini, isu tersebut sulit dibuktikan dan hanya berakhir sebagai desas-desus tanpa penindakan.
OTT KPK membuat rumor tersebut kembali diingat publik sebagai peringatan yang dulu tak pernah benar-benar ditindaklanjuti.
4. Pemeriksaan Dilakukan di Polres Kudus
Usai diamankan, para pihak yang terjaring OTT tidak langsung dibawa ke Jakarta. KPK melakukan pemeriksaan awal di Polres Kudus untuk pendalaman perkara dalam rentang waktu 1×24 jam.
Langkah ini dilakukan guna mengumpulkan keterangan, barang bukti, serta mengurai peran masing-masing pihak.
5. Camat dan Perangkat Desa Ikut Disorot
Berita Terkait
-
7 Kontroversi Bupati Pati Sudewo Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Picu Amarah Warga
-
Bupati Pati Sudewo Diciduk KPK! Operasi Senyap di Jawa Tengah Seret Orang Nomor Satu
-
Soal Kasus Korupsi DJKA, Bupati Pati Sudewo Datang Penuhi Panggilan KPK
-
Geruduk Kantor Pos, Ratusan Warga Pati Kirim Surat Minta KPK Tetapkan Bupati Sudewo Tersangka
-
Bola Panas Korupsi DJKA: Ribuan Warga Pati 'Surati' KPK, Desak Bupati Sudewo Jadi Tersangka
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
OTT KPK di Pati: 6 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan yang Sudah Lama Dibisikkan Warga
-
7 Kontroversi Bupati Pati Sudewo Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Picu Amarah Warga
-
Bupati Pati Sudewo Diciduk KPK! Operasi Senyap di Jawa Tengah Seret Orang Nomor Satu
-
Uji Coba Persiapan Kompetisi EPA, Kendal Tornado FC Youth Kalahkan FC Bekasi City
-
Jalur Kereta Pantura Lumpuh, KAI Batalkan 23 Perjalanan KA di Semarang Akibat Banjir Pekalongan