SuaraJawaTengah.id - Seorang bocah perempuan berusia enam tahun dijadikan pemuas nafsu seksual yang diduga dilakukan tetangganya. Ketika melakukan perbuatan bejat, korban dibawah ancaman dan diberi uang Rp1.000 untuk tutup mulut.
Kejadian di Jember, Jawa Timur, itu, menambah daftar panjang kasus kejahatan terhadap anak yang dilakukan oleh orang dewasa.
Menurut data sub komisi pengawasan perlindungan khusus anak (Januari-Juni 2021), terdapat 95 kasus, di antaranya pengaduan anak menjadi korban kejahatan seksual, 48 kasus anak menjadi korban kekerasan fisik atau psikis, 26 kasus anak menjadi korban kejahatan lainnya (Tirto).
Kebusukan pelaku di Jember tidak dapat ditutup-tutupi terlalu lama.
Suatu hari, warga melihat korban keluar dari rumah terduga pelaku. Dari situlah kemudian timbul kecurigaan. Ditambah lagi, korban memberikan pengakuan kepada keluarganya bahwa bagian vitalnya terasa sakit tiap kali ke kamar mandi.
Korban seorang anak dari keluarga tidak mampu. Dia sudah tidak memiliki ibu. Ayahnya yang berusia 50 tahun memiliki sebagai pencari rumput untuk pakan ternak.
Ketiadaan biaya membuat korban belum didaftarkan ke sekolah, meskipun usianya sudah enam tahun.
Sedangkan pelakunya diduga seorang duda berusia 50 tahun yang sehari-hari pekerjaannya menyopir truk. Dia tinggal tak jauh dari rumah korban.
"Di sana, memang biasa anak-anak bermain di rumah tetangganya. Kondisi saat itu memang sepi,” kata pengacara korban, M. Riduwan, usai melapor ke Mapolres Jember, dalam laporan Jatimnet.
Baca Juga: Mengharukan! Aksi Anak Perempuan Ini Saat Mengunjungi Makam Ibunya Bikin Warganet Mewek
Diduga, kasus kekerasan seksual sudah dilakukan berulangkali. Kasus terakhir terjadi pada Jumat, 27 Agustus 2021.
“Menurut para tetangga, korbannya sudah tiga anak, tetapi yang terungkap baru anak ini,” kata Riduwan.
Kini kasus tersebut sedang ditangani polisi. Rencananya korban akan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani visum.
Berita Terkait
-
Mengapa Sebagian Ibu Membenci Putrinya? Mengurai Luka Batin yang Diwariskan
-
Rumah yang Tak Pernah Selesai Dibangun: Catatan Luka Seorang Anak Perempuan Fatherless
-
Krisis Air Bikin Perempuan Kehilangan Akses Pendidikan, Bagaimana Hubungannya?
-
Doa Zakat Fitrah untuk Anak Laki-Laki dan Perempuan Lengkap dengan Tata Cara yang Benar
-
Studi Global: Kedekatan dengan Hewan Bantu Anak Perempuan Lebih Kreatif dan Percaya Diri
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Hoaks atau Fakta? Polisi Klarifikasi Isu Pagar Tinggi di Mal-Mal Solo
-
Polda Jateng Autopsi Jenazah AFF, Pelajar SMP di Pemalang yang Tewas Diduga Korban Perundungan
-
Potensi Kendaraan Listrik di Jawa Tengah Terus Menguat, Semarang Jadi Pasar Strategis
-
Digagalkan! 300 Butir Obat Terlarang dan Sabu Nyaris Masuk Lapas Kelas I Semarang
-
Ramai Dugaan Perundungan, Polisi Cari Fakta di Balik Meninggalnya Pelajar SMP Pemalang