- Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah prihatin atas penangkapan dua remaja tersangka pembuangan jasad bayi di Bandungan, Kabupaten Semarang.
- Kasus tersebut menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi usia dini guna mencegah remaja mendapatkan informasi keliru.
- Pemerintah daerah, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat harus bersinergi memperkuat pembinaan serta ketahanan generasi muda.
SuaraJawaTengah.id - Pembinaan remaja perlu perhatian serius agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berkualitas, mandiri, dan terhindar dari perilaku negatif.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, remaja adalah masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini, mereka mengalami banyak perubahan fisik dan mental, sehingga sangat membutuhkan bimbingan yang tepat.
"Masa ini apabila tidak diperhatikaan dan dibina dengan baik dapat salah jalan, menghancurkan dirinya sendirinya, hingga mengganggu ketertiban masyarakat," ungkapnya.
Kakung, sapaan akrab Sarif menerangkan, kasus penemuan jasad bayi perempuan yang terkubur di area perkebunan Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang belum lama ini menjadi keprihatinan tersendiri.
Polisi telah menangkap sepasang kekasih yang menjadi tersangka pembuangan dan penguburan jasad bayi perempuan ini.
Kedua tersangka yang baru lulus sekolah tersebut adalah seorang pemuda berinisial WAP (19) dan kekasihnya, seorang remaja perempuan di bawah umur berinisial VA (17).
"Keterlibatan anak usia muda dalam kasus ini menjadi sinyal kuat bahwasanya persoalan pembinaan remaja serta ketahanan keluarga memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah," sebut Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jateng ini.
Kata Kakung, edukasi kesehatan reproduksi yang tepat serta sesuai tingkatan usia menjadi krusial agar generasi muda tidak terjerumus pada informasi yang salah.
"Remaja membutuhkan informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi dan risiko dari perilaku yang membahayakan masa depan mereka. Jangan sampai mereka mencari informasi dari sumber yang keliru tanpa pendampingan yang baik," terang legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Baca Juga: Disabilitas Jangan Sampai Tersisih! Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Perusahaan Lebih Terbuka
Kakung menekankan bahwa keluarga harus menjadi benteng utama dalam membimbing dan menjaga anak.
Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak sangat diperlukan agar remaja tidak menghadapi persoalan besar secara sendirian.
"Pemerintah daerah, sekolah, tokoh agama, hingga tenaga kesehatan harus memperkuat sinergi dalam program pembinaan remaja dan pembangunan keluarga sebagai langkah pencegahan," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
Terkini
-
MA Batalkan Kenaikan Usia Pensiun hingga 65 Tahun, Buruh Minta Pencairan Hak Pekerja Dipastikan Aman
-
Beasiswa Pendidikan Bhimasena Power Indonesia 2026 Dukung Mahasiswa Kabupaten Batang
-
Genjot Produktivitas Pangan, Pemprov Jateng Alokasikan Rp65,5 M untuk Perbaikan Jaringan Irigasi
-
Hadirkan Beautiful Nightmare, Saloka at Night Gelar Pesta Piyama Halloween Berhadiah Menarik
-
Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan Usai Penggeledahan Ponpes, Polri Periksa Tiga Pejabat Lain