SuaraJawaTengah.id - Suara benturan baja terdengar saling bersahutan dari kejauhan. Irama benturan baja tersebut berasal dari sudut rumah yang dijadikan ruko dekat bantaran sungai Banjir Kanal Timur, Kota Semarang.
Ya, lokasi tersebut merupakan bekas pusat produsen logam terbesar di Jetang pada era 1970-an. Maklum, tempat tersebut sempat menjadi rujukan penjual barang kebutuhan rumahan berbahan dasar logam dari berbagai pelosok kota di Jateng.
Sebelum dilakukan pembongkaran, nyaris di sepanjang jalan yang juga disebut sebagai kawasan Barito itu terpajang rapi peralatan rumah tangga berbahan logam.
Dulu, perkakas yang paling banyak dipajang adalah kompor minyak. Lalu ada oven, ceret, dandang, wajan, mesin penggiling, dan banyak pernak-pernik logam lainnya.
Salah satu penjual logam, Kusmiati (52) mengatakan, di Barito memang pernah menjadi pasar logam terbesar di Jateng. Dia mengaku, mempunyai pelanggan dari luar kota yang selalu pesan kepadanya sebelum dilakukan pembongkaran.
"Dulu banyak yang pesen. Bahkan saya sampai ambil ke penjual lain. Namun setelah dipindah jadi sepi. Pandemi seperti ini hanya mengandalkan uang tabungan, " jelasnya saat ditemui di lokasi, Kamis (9/9/2021).
Selain memproduksi pernak-pernik logam untuk rumahan, di tempat itu pula juga terdapat produsen kompor minyak yang sempat ramai sebelum adanya kompor gas. Bahkan pada masa kejayaan kompor minyak, dia mempunyai banyak kariyawan yang ikut membantu.
Selain pengrajin logam, di Barito juga banyak yang membuat kompor minyak yang tak kalah terkenal pada waktu itu. Pemesannya juga tak hanya dalam kota, namun juga dari luar kota juga.
"Saya dulunya juga membuat kompor minyak, sampai banyak karyawan. Namun karena ada kompor gas jadi tak jual semua," ujarnya.
Baca Juga: 3 Tips Hilangkan Bau Makanan di Panci, Ternyata Cuma Butuh Bahan Ini
Menurutnya, masa kejayaan perkakas logam di Barito agaknya sudah mulai turun. Bahkan, selama menjalani bisnis logam penjualan produk-produk bikinannya juga sudah berkali-kali mengalami pasang surut.
“Bisnis ya kadang ramai, kadang sepi, apalagi semenjak Barito digusur,” ungkapnya sembari melayani pembeli.
Dia beranggapan, banyak pelanggan yang bingung karena lokasi penjual logam Barito dipindah ke dua lokasi. Selain itu, lokasi untuk jualan di tempat yang baru juga tak strategis.
"Jadi kalau saya untung punya rumah, jadi bisa jualan di depan rumah," ujarnya.
Hal yang sama dikatakan produsen logam lainnya, Endang. Produsen logam di Barito banyak berkurang pelanggannya. Dari bisnis tersebut, hanya bisa digunakan untuk makan. Penurunan pelanggan sudah dia rasakan sejak pasar logam di Barito dipindah.
"Kalau saya sudah jualan dari bapak saya, ini meneruskan jadi tau ketika jaya hingga mengalami penurunan," paparnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
Terkini
-
Tuntutan 8,5 Tahun Bikin Suasana Sidang Sudewo Memanas, Pendukung Ricuh
-
Dua Laga Nirgol, Fikron Afriyanto Ungkap Kunci Kokohnya Pertahanan Kendal Tornado FC
-
Jaksa Tuntut Sudewo 8,5 Tahun Penjara, Suap DJKA hingga Pemerasan Jabatan Desa
-
Nongkrong Seharian di Blok M Hub Makin Seru Bareng BRIZZI ARKIV
-
Basecamp Nyaman Sebelum ke Dieng, Ini 3 Hotel di Kota Wonosobo dengan Alat Pemanas