SuaraJawaTengah.id - Manopause menjadi hal yang wajar dialami wanita saat usianya sudah tidak muda lagi. Menopause adalah berakhirnya siklus menstruasi secara alami, yang biasanya terjadi saat wanita memasuki usia 45 hingga 55 tahun.
Seorang wanita dikatakan sudah menopause bila tidak mengalami menstruasi lagi, minimal 12 bulan. Tidak hanya berhenti menstruasi, banyak perubahan lain terjadi dalam tubuh wanita yang menopause, mulai dari penampilan fisik, kondisi psikologis, hingga hasrat seksual.
Sebuah studi baru mengklaim bahwa ada kemungkinan hubungan antara lebih banyak seks dan menopause yang tertunda. Penelitian tersebut telah diterbitkan di Royal Society Open Science.
Melansir dari Healthshots, penelitian ini juga mengklaim bahwa perempuan yang berhubungan seks setiap minggu 28 persen lebih kecil kemungkinannya mengalami menopause pada usia tertentu dibandingkan dengan mereka yang melakukan hubungan seks kurang dari sebulan sekali.
Lebih lanjut, temuan menunjukkan bahwa perempuan yang berhubungan seks setiap bulan 19 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami menopause dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan hubungan seks. Yang penting untuk dicatat di sini adalah bahwa seks memang membantu, tetapi perempuan tidak boleh dipaksa seks hanya untuk menunda menopause.
Aktivitas seks sendiri bisa didefinisikan sebagai hubungan seksual, seks oral, sentuhan atau bahkan kesenangan diri sendiri. Meskipun begitu, penelitian lebih lanjut mengenai jenis aktivitas seks yang berpengaruh masih perlu dilakukan.
Seperti yang kita ketahui, menopause adalah tahap yang dihadapi setiap perempuan dalam hidupnya, tetapi waktunya juga tergantung pada genetik. Tapi menopause juga merupakan konsekuensi dari kebiasaan gaya hidup seperti merokok dan jumlah telur yang dibawa seorang wanita sejak lahir.
Penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang sudah menikah mencapai tahap menopause lebih lambat daripada yang belum menikah atau bercerai. Hal ini mengungkapkan bahwa kebiasaan seksual memiliki peran besar.
Ketika seorang perempuan aktif secara seksual, tubuh menghitung peluang untuk hamil. Dalam kasus lain, ia menemukan ovulasi hampir tidak ada gunanya. Bahkan jika seorang perempuan berhubungan seks, tetapi tidak terlalu sering, tubuh tidak akan menerima sinyal yang jelas.
Baca Juga: Agar Efek Menopause Berkurang, Berikut Beberapa Makanan yang Perlu Dikonsumsi
"Secara mekanis, kemungkinan ada hubungannya dengan estrogen, tetapi kami tidak tahu jalur pastinya," kata penulis studi Megan Arnot.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Misteri 2 Orang Bermasker Tinggalkan TKP Penemuan Jenazah Bos Konter HP Ambarawa
-
Kendal Tornado FC Hadapi PSS Sleman, Stefan Keeltjes Uji Mental Bertanding Pemain
-
Sidang Korupsi Bupati Cilacap: Pejabat Mengaku Patungan THR Forkopimda dari Uang Pribadi
-
Misteri Kematian Bos Konter HP Ambarawa, Ditemukan Luka di Kepala, Pelat Nomor Berlumur Darah
-
Hanya Bayar Enam Kali Angsuran, Debitur Bank Pollux Ini Divonis 2 Tahun Penjara