SuaraJawaTengah.id - Kasus terorisme menjadi momok bagi bangsa Indonesia. Tak mudah memang, untuk benar-benar menghilangkan ideologi radikalisme di kalangan masyarakat.
Cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) seakan bisa pudar saat mengetahui umat muslim ditindas. Tidak itu saja, iming-iming ekonomi dan jaminan surga menjadi sangat menggiurkan bagi para teroris di Indonesia.
Pendekatan untuk mencintai NKRI pun terus digalakan untuk para napi teroris (Napiter). Melalui buku "Menanti Yang Kembali" menjadi kumpulan kisah dari sebuah upaya reintegrasi Narapidana Teroris.
Diterbitkan PT Kreasi Prasasti Perdamaian 2021, buku ini ditulis Arif Budi Setyawan, Husnul Khatimah dan Eka Setiawan.
Baca Juga: BNPT Dalami Peringatan dari Jepang soal Ancaman Teror di Asia Tenggara
Arif Budi Setyawan yang merupakan eks napiter JI dan MIT, mengatakan menyadarkan para teroris untuk kembali NKRI hal yang tak mudah. Terdapat banyak faktor yang yang mempengaruhi.
"Banyak sebab mereka tidak kembali NKRI. Karena mereka akan diurusi di penjara. Saat keluar juga tidak akan memberikan data akan tinggal ke mana. Karena KTP semua palsu. Setelah keluar ya kembali ke kelompok mereka," katanya saat ditemui di Semarang (23/9/2021).
Menurutnya pengaruh tentang ideologi radikal akan terbentuk secara sosial dan sistematis. Keluarga sang teroris yang ditangkap pun berpotensi akan menjadi terpengaruh radikal.
"Akan terbentuk sistematis, anak sekolahnya khusus, istri saat melihat suaminya ditangkap maka mereka akan jadi radikal. Untuk mempengaruhi sangat gampang, melalui medsos pun bisa. Ayah dan suami kalian adalah pahlawan," ucapnya.
Menurut Arif permasalahan yang tajadi adalah soal sosial. Setelah ditangkap, pelaku teroris itu tidak bisa selesai disitu.
Baca Juga: Kotak Amal jadi Sumber Dana, BNPT: Salah Bederma Sama dengan Mendukung Aksi Terorisme
"Anak istrinya bagaimana? Dia pasti sudah dicap keluarga teroris. anak berhenti sekolah karena bullying, mereka perlu pendampingan. Peran pemerintah sangat minim dengan hal itu. Maka kami punya program pendampingan RT RW."
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Penghancuran Masjid Tempat Teroris Menyusun Rencana
-
BNPT Ungkap Strategi Digital Lawan Ekstremisme: Libatkan NU, Muhammadiyah, dan LSM
-
BNPT Perkuat Strategi Anti-Terorisme, Gandeng Masyarakat Sipil di RAN PE Fase 2
-
Waspada! BNPT Ungkap Keresahan Sosial Jadi Celah Rekrutmen Teroris
-
Siapa Ali Imron? Napi Teroris, Guru Ngaji Tio Pakusadewo di Penjara: Dia Mengenalkan Kembali Saya dengan Huruf Al-Quran!
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Ini 7 Amalan Bulan Syawal yang Dianjurkan untuk Dilakukan
-
Jadwal dan Keutamaan Puasa Syawal 2025: Sampai Kapan Kita Bisa Berpuasa?
-
Jangan Paksakan ke Rest Area saat Arus Balik, Ini Tips Istirahat Aman dan Nyaman dari Kapolri
-
Tak Hanya THR, Desa Wunut Tunjukkan Kepedulian Nyata Lewat Jaminan Sosial
-
Nikmati Libur Lebaran, Ribuan Wisatawan dari Berbagai Daerah Ramaikan Saloka Theme Park