SuaraJawaTengah.id - Semarang Bicycle Association (Samba) bersiap menggelar Tour de Borobudur XXI. Event bergengsi bagi atlet dan hobbyist sepeda di Provinsi Jawa Tengah.
Tour de Borobudur tahun 2020 dibuka pada 15 Agustus dan ditutup 31 Oktober. Kemasan lomba dibuat ekslusif karena dari 21 etape masing-masing hanya diikuti oleh 30 sampai 50 cyclist.
Sekitar 900 peserta baik dari perorangan maupun klub sepeda tercatat mengikuti event tahun lalu. Pada seri terakhir, peserta undangan seperti Gubernur Ganjar Pranowo dan artis Nirina Zubir ikut meramaikan acara.
Hingga saat ini belum ada bocoran akan seperti apa penyelenggaraan Tour de Borobudur tahun 2021. Semarang Bicycle Association (Samba) menjanjikan pelaksanaan event bakal tidak kalah seru dibandingkan tahun lalu.
Selain membatasi jumlah pesepeda, seluruh panitia dan peserta lomba wajib sudah menerima vaksin. Pelaksanaan vaksin untuk panitia dilakukan di Museum Kharmawibhangga, Sabtu (25/9/2021).
Vaksinasi sebagai pre event Tour de Borobudur 2021 juga diikuti oleh warga sekitar candi. Event ini sekaligus mendukung pariwisata di kompleks Candi Borobudur yang mulai melakukan uji coba menerima wisatawan selama seminggu terakhir.
Bupati Magelang, Zaenal Arifin yang hadir pada vaksinasi pre event Tour de Borobudur 2021 mengatakan, capaian vaksinasi saat ini mendekati 25 persen. Jumlah itu masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah pusat yaitu minimal 70 persen.
“Pemerintah Magelang akan terus memaksimalkan cakupan vaksinasi agar terwujud kekebalan herd immunity. Sehingga (penyelenggaraan kegiatan) tidak terhalang dengan situasi pandemi Covid-19.”
Rangkaian Tour de Borobudur sendiri dimulai melalui pelaksanaan Pedalpedia di Kebumen dan Tegal. Event ini digelar terbatas untuk 100 cyclist yang 30 persen diantaranya dialokasikan untuk pesepeda lokal.
Baca Juga: Ada Jelmaan Tanah Lot, Ini 5 Tempat Wisata di Kebumen Terhitz dan Instgaramable
Kepanitiaan juga melibatkan komunitas lokal agar dapat mengadopsi dan melanjutkan konsep event serupa di kemudian hari.
Selama pandemi, destinasi wisata super prioritas Candi Borobudur sempat menjadi titik finish event duathlon. Kegiatan yang diadakan Mei 2021 itu bertujuan membangkitkan semangat sport tourism di Indonesia.
Setelah berhasil menggelar duathlon di Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Masyarakat Sadar Wisata (Masata) dan Raja LARI kembali menggelar event serupa di Borobudur.
Ketua DPP Masata, Panca Rudolf Sarungu mengatakan, event sengaja digelar di kawasan wisata super prioritas sebagai sarana promosi. “Jadi event ini tujuanya membangkitkan semangat sport tourism khususnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta,” kata Panca di kompleks Candi Borobudur.
Menurut Panca selain tujuan promosi, Borobudur dipilih sebagai lokasi event karena telah memiliki sarana pendukung lomba yang memadai. Rutin setahun sekali Borobudur menjadi tuan rumah event internasional Borobudur Marathon.
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
Terkini
-
Kudus Darurat Longsor! Longsor Terjang 4 Desa, Akses Jalan Putus hingga Mobil Terperosok
-
5 Lapangan Padel Hits di Semarang Raya untuk Olahraga Akhir Pekan
-
Perbandingan Suzuki Ertiga dan Nissan Grand Livina: Duel Low MPV Keluarga 100 Jutaan
-
Fakta-fakta Kisah Tragis Pernikahan Dini di Pati: Remaja Bercerai Setelah 6 Bulan Menikah
-
Miris! Sopir Truk Kawasan Industri Terboyo Keluhkan Iuran Pemeliharaan Tapi Jalannya Banyak Rompal