SuaraJawaTengah.id - Sejarah pertikaian antara Syekh Mahfudz dengan Jenderal TNI Ahmad Yani memang tidak terlalu didengar oleh masyarakat umum. Namun, konon katanya terdapat sumpah serapah dari sang kiai terhadap orang tertinggi di TNI saat itu.
Tak berselang lama, setelah pengucapan sumpah Syekh Mahfudz, Ahmad Yani ditemukan tewas mengenaskan di sebuah sumur, yang kini disebut lubang buaya.
Bagaimana kisah perseturuan Jenderal Ahmad Yani dengan Syekh Mahfudz? simak selengkapnya pada artikel ini.
Hidayat Aji Pambudi masih ingat betul pertemuannya dengan Kiyai Thohir, guru ngaji di Kampung Laut, Nusakambangan. Sisa-sisa pelarian Angkatan Oemat Islam (AOI) Somalangu.
Kepada Hidayat Aji, semula Kiyai Thohir hanya mengaku berasal dari Kebumen. Merasa nyaman karena berasal dari daerah yang sama, perbincangan kemudian berlanjut akrab.
“Cerita-cerita katanya orang Kebumen. Dia itu ternyata mantan Laskar AOI. Sampai kemudian nggak berani pulang karena masih merasa sebagai orang yang dikejar-kejar pemerintah,” kata Hidayat Aji saat ditemui di SMK Ma’arif 3 Somalangu, 7 September lalu.
Hidayat Aji sudah 18 tahun menjadi Kepala Sekolah SMK Ma’arif 3 Somalangu. Sekolah ini berada dalam kompleks Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, salah satu pesatren tertua di Asia Tenggara.
Pondok Pesantren Somalangu memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pimpinan Pondok Pesantren Somalangu, Syekh As Sayid Mahfudz bin Abrurrahman Al Hasani, sekaligus Pemimpin Umum Angkatan Oemat Islam (AOI).
Pengukuhan Syekh Mahfudz sebagai Pemimpin AOI terjadi pada 11 September 1945. Syekh Mahfudz menerima amanah ini dengan catatan setelah perjuangan selesai akan kembali ke lingkungan pondok dan menolak ikut dalam birokrasi kenegaraan.
Baca Juga: Cerita PKI Menangi Pemilu 1955 Hingga Kuasai DPRD Yogyakarta Selama Satu Dasawarsa
Sebagai ulama kharismatik, Syekh Mahfudz dengan segera menarik simpati ribuan rakyat Prembun, Kutowinangun, Petanahan, Aliyan, dan Karanggayam untuk bergabung.
Data kasar menyebutkan, jumlah Laskar AOI saat itu mencapai 10 ribu orang. Ditambah sekitar 30 ribu pendukung yang sewaktu-waktu siap digerakkan sebagai pasukan cadangan.
Pengaruh Syekh Mahfudz dan AOI bahkan meluas hingga Kabupaten Banyumas, Kutoarjo (Kabupaten Purworejo), dan Wonosobo. Mayoritas laskar dan simpatisan AOI adalah para santri dan petani.
Pada 1 Januari 1947, pemerintah Republik Indonesia Serikat (RIS) melebur Laskar AOI dan Laskar Hizbullah (pasukan Surengpati) dalam satuan teritorial Batalyon Lemah Lanang (LL).
Pada agresi Militer Belanda II, Batalyon Lemah Lanang mempertahankan front Timur Kali Kemit mulai daerah Karanganyar hingga Petanahan.
Mereka berhasil menghambat laju militer Belanda menyerang Ibu Kota sementara Republik Indonesia di Yogyakarta (doorstot naar Djokdja), pada 18 Desember 1948.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Warga Jateng Wajib Tahu! Pemprov Bebaskan Denda Pajak dan Pajak Progresif, Ini Jadwalnya
-
Dana Investor Miliaran Dipersoalkan, Proyek Perumahan Syariah Berujung Laporan Terhadap Oknum Dosen
-
BRI Kian Aktif Dorong Program 3 Juta Rumah Lewat Penguatan Ekosistem Perumahan
-
Candi Gedong Songo Jadi Sorotan, Titik Bor PLTP Gunung Ungaran Belum Ditentukan
-
Kasus Jasad Bayi di Bandungan Jadi Alarm Keras, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Pergaulan Remaja