SuaraJawaTengah.id - Memilih agama menjadi hak setiap orang. Apalagi memutuskan pindah agama, hal itu pasti bukan tanpa alasan.
Seperti yang dilakukan seorang guru besar di Universitas Al Azhar di Kota Kairo Mesir. Ia memilih pindah agama atau murtad.
Menyadur dari Terkini.id, dia adalah Dr Mustafa yang kini dikenal dengan nama Mark Gabriel. Padahal ia tumbuh di lingkungan dan budaya muslim yang ramah sebelum memutuskan pindah agama pada tahun 1994. Pria kelahiran Kairo 30 Desember 1957 ini, mulai jauh dari Islam kala mengunjungi beberapa negara Barat dan Timur.
Di negera yang ia kunjungi tersebut, Mark mendapatkan fakta beberapa pemimpin Islam yang justru mengajarkan kekerasan pada pengikutnya. Kemudian, Mark lalu kembali ke Al-Azhar dan pihak universitas itu mendengar kesalahpahamannya soal Islam.
Akhirnya, Mark pun dikeluarkan dari universitas lalu ditangkap dan dibiarkan kelaparan selama tiga hari. Setelah mendapat perlakuan tidak mengenakkan itu, Mark pun dilepas tanpa pengadilan apapun.
Adanya kejadian tersebut, membuat Mark semakin kehilangan keyakinan karena tidak menemukan kedamaian dari Islam dan memutuskan untuk murtad.
Bukan hanya Dr Mustafa yang memutuskan untuk berpindah, sebelumnya ada juga tiga ulama besar yang melakukan hal yang sama. Ulama tersebut adalah Imad Uddin Lahiz, ulama paling tersohor kelahiran India, yang mulai tertarik pindah agama setelah adanya perdebatan besar di Kota Agra pada 1854.
Lalu, ada Khalif Majid Hassan, seorang mantan petinggi Perserikatan Islam di Inggris pada tahun 1974. Ia membaca Al-Quran dan buku-buku Islam. Keyakinannya berkurang saat ia membandingkan isi buku yang tak sepenuhnya sama seperti yang diajarkan Nabi.
Terakhir adalah Hajji Husman Mohamed memilih meninggalkan keyakinannya sebagai muslim pada tahun 2003, lantaran mendapat lingkungan yang tidak baik di Ethiopia sejak kecil.
Baca Juga: Dituding Murtad Usai Cerai, Larissa Chou Bantah Masuk Islam Demi Alvin Faiz
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Kursumawati Bawa Semangat Inklusi dan Literasi Keuangan ke Serbalawan Bersama AgenBRILink
-
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Undip Viral, Korban Mengaku Trauma hingga Tinggalkan Kuliah
-
BRI Dampingi Rosyidah Wujudkan Mimpi Membangun Usaha Olahan Laut di Pesisir Indramayu
-
Tragis! Dua Bocah yang Hilang di Irigasi Singomerto Ditemukan Tewas, Terseret hingga 3,5 Km
-
Bupati Pekalongan Non-Aktif Fadia Arafiq Disidang di Pengadilan Tipikor Semarang Pekan Depan